Saat mendapatkan penjelasan ini, Gubernur Herman Deru langsung menanggapi.
Menurut dia, mengapa luasan sawah kalah dibandingkan sawit maka jawabannya sangat sederhana.
Karena sawit lebih banyak disokong oleh perusahaan bermodal sedangkan sawah ialah milik petani-petani yang masih membutuhkan modal.
“Belum lagi petani dihadapkan pada kondisi yang bankable yakni suatu kondisi di mana petani tidak memenuhi syarat mendapatkan permodalan. Saya belum banyak dengar bank bantu petani cetak sawah. Maka di sinilah peran Pemerintah,” terang ia.
Baca Juga:Alhamdulilah, Harga Karet Sumsel Diprediksi Naik Sampai Akhir Tahun Ini
Dia menjelaskan di komoditas sawit memang terdapat petani, namun tidak mayoritas seperti halnya petani yang memiliki sawah. Di perkebunan, masyarakat menjadi pekerja atau pemilik pinggiran.
Potensi produksi sawah Sumsel memang sangat tinggi, namun permodalan yang kerapn menjadi kendala.
“Saya saat jadi bupati, sudah ada Peraturan Daerah (Perda) di kabupaten, menolak alih fungsi sawah. Pertanian padi juga yang membawa saya mendapatkan penghargaan karena mengurangi angka kemiskinan,” tutup ia.