Tasmalinda
Minggu, 08 November 2026 | 17:25 WIB
Redaktur Eksekutif Suara.com, Rendy Adrikni Sadikin
Baca 10 detik
  • Sumselupdate.com dan Suara.com mengadakan pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan untuk jurnalis serta mahasiswa di Palembang.
  • Peserta mempelajari penggunaan perangkat teknologi seperti Gemini dan NotebookLM untuk mendukung riset serta produksi konten digital.
  • Penyelenggara menegaskan bahwa teknologi tersebut berfungsi sebagai alat bantu dengan tetap mengutamakan kode etik jurnalistik.

SuaraSumsel.id - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong perubahan dalam industri media, mulai dari proses riset, pengolahan data hingga produksi konten digital. Untuk meningkatkan kompetensi insan pers menghadapi transformasi tersebut, Sumselupdate.com bersama Suara.com menggelar Pelatihan dan Lokakarya Optimalisasi AI, Jurnalistik, dan Kreasi Konten Media Sosial di Palembang.

Kegiatan ini diikuti wartawan dan mahasiswa dengan materi pemanfaatan sejumlah perangkat AI untuk mendukung pekerjaan jurnalistik. Redaktur Eksekutif Suara.com, Rendy Adrikni Sadikin, yang hadir sebagai pemateri, menekankan pentingnya kemampuan jurnalis beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Menurut Rendy, AI dapat membantu berbagai tahapan kerja media, mulai dari mencari ide, melakukan riset, mengolah data, menyusun draf berita hingga membuat infografis dan video. “Jurnalis harus memiliki pemahaman, terutama penggunaan AI. Kita tahu teknologi terus berkembang dan jurnalis harus adaptif dengan teknologi,” ujar Rendy.

Dalam lokakarya tersebut, peserta diperkenalkan dengan sejumlah perangkat, antara lain Gemini untuk membantu riset dan penulisan, Pinpoint untuk menelusuri serta menganalisis dokumen, Google Flow untuk mengembangkan materi visual, dan NotebookLM untuk mengolah informasi berdasarkan sumber yang dimasukkan pengguna.

Peserta juga mempelajari teknik prompting atau penyusunan instruksi agar AI menghasilkan informasi sesuai kebutuhan. Kemampuan ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan ide, menyusun kerangka tulisan, dan mengolah bahan liputan.

AI Tetap Harus dalam Kendali Jurnalis

Ketua Panitia sekaligus Owner Sumselupdate.com, Edwar Heryadi, mengingatkan bahwa pemanfaatan AI tidak boleh menghilangkan tanggung jawab jurnalis dalam menjaga akurasi dan integritas pemberitaan.

Edwar, yang juga merupakan salah satu penguji Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat dari Sumatera Selatan, menegaskan AI harus ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti jurnalis.

“Teknologi tetaplah alat bantu. Akurasi, integritas, independensi dan tanggung jawab jurnalistik harus tetap menjadi landasan utama. Kita harus mampu memanfaatkan AI secara bijak tanpa mengabaikan Kode Etik Jurnalistik dan kepentingan publik,” katanya.

Baca Juga: UIN Raden Fatah Gandeng Alunjiva dan Kedutaan Inggris Gelar Workshop AI for Journalism

Ia berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan wartawan dalam memanfaatkan teknologi sekaligus memperkuat kreativitas produksi konten digital.

Antusiasme juga datang dari kalangan mahasiswa. Neville Marcello dari AIESEC Universitas Sriwijaya menilai pemanfaatan AI semakin dibutuhkan untuk menunjang aktivitas akademik maupun keseharian.

“Untuk saat ini, sebagai mahasiswa, sangat memerlukan AI di kegiatan sehari-hari,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Sumselupdate.com dan Suara.com mendorong wartawan serta mahasiswa agar mampu memanfaatkan AI secara produktif dan bertanggung jawab. Teknologi diharapkan membantu pekerjaan teknis, sehingga jurnalis dapat lebih fokus pada verifikasi informasi, pendalaman liputan, dan penyajian berita berkualitas.

Kegiatan ini mendapat dukungan PT Bukit Asam (PTBA), Putra Perkasa Abadi, Pemerintah Kota Pagaralam, DPRD Pagaralam, 8Lapan Enam Solution, PT Elnusa Petropin, PT Pupuk Sriwidjaja, PT Semen Baturaja, serta AIESEC in Unsri.

Load More