Tasmalinda
Jum'at, 06 November 2026 | 07:20 WIB
Pekerja Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju mempresentasikan inovasi dalam ajang Final Forum Inovasi Mutu
Baca 10 detik
  • Sebanyak 180 gugus pekerja Kilang Plaju mengembangkan berbagai inovasi efisiensi melalui program Continuous Improvement Program 2026.
  • Sebanyak 36 gugus pekerja berhasil meraih predikat Gold, Silver, dan Bronze dalam ajang inovasi tersebut.
  • Inovasi pekerja bertujuan meningkatkan keandalan operasional, keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, serta mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan.

SuaraSumsel.id - Sebanyak 180 gugus pekerja Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju mengembangkan berbagai inovasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, keselamatan kerja, hingga pengelolaan lingkungan. Gagasan tersebut lahir melalui program Continuous Improvement Program (CIP) 2026 yang menjadi wadah pengembangan ide dan perbaikan berkelanjutan di lingkungan Kilang Plaju.

Berbagai inovasi yang dikembangkan mencakup sejumlah bidang, mulai dari optimalisasi proses pengolahan dan peningkatan produksi, efisiensi biaya operasional, keandalan peralatan, keselamatan kerja, hingga digitalisasi proses bisnis.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan inovasi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis dan meningkatkan daya saing perusahaan.

Menurutnya, setiap pekerja memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui gagasan yang dapat menjawab persoalan di lingkungan kerja.

“CIP bukan semata-mata tentang menghasilkan inovasi, tetapi juga membangun pola pikir bahwa setiap tantangan di tempat kerja selalu memiliki peluang untuk diperbaiki. Kami ingin seluruh pekerja memiliki keberanian untuk menyampaikan gagasan, mencoba pendekatan baru, dan berkolaborasi dalam menghadirkan solusi yang memberikan manfaat bagi perusahaan,” ujar Khabibullah.

Inovasi Pekerja Kilang Plaju dari Avtur hingga Lingkungan

Sejumlah gugus menghadirkan inovasi yang menyentuh langsung proses operasional kilang. Gugus AEROBOOST, misalnya, mengembangkan gagasan peningkatan produksi Avtur melalui penyesuaian komposisi minyak mentah atau crude oil.

Sementara itu, gugus Sungai Gerong merancang struktur pelindung dan perkuatan permanen jembatan pipa menggunakan pipa baja komposit. Inovasi ini ditujukan untuk mencegah potensi pencemaran lingkungan di Sungai Musi dan Sungai Komering.

Pada aspek pengelolaan limbah, gugus ProLab mengembangkan pemanfaatan kembali toluene bekas ekstraksi. Upaya tersebut diarahkan untuk mengurangi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang dihasilkan dari kegiatan analisis laboratorium.

Baca Juga: Di Balik Perjuangan Penanganan Karhutla, Pertamina RU Plaju Dukung Kesehatan Petugas

Digitalisasi proses kerja juga menjadi perhatian. Gugus ExportXcelerator mengembangkan aplikasi berbasis web untuk meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi kepabeanan melalui sistem kerja digital.

Adapun dari sisi keselamatan dan keandalan fasilitas, gugus Finisher 2.0 mengembangkan pemasangan filter sleeve untuk mengeliminasi emisi partikel dalam proses produksi.

Gugus UTL CHAMPION juga menghadirkan alat pendeteksi hujan untuk mendukung sistem pemantauan cuaca dan keberlanjutan produksi steam.

Ragam inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana persoalan operasional sehari-hari dapat menjadi titik awal pengembangan solusi di lingkungan kilang.

36 Gugus Raih Predikat Gold, Silver, dan Bronze

Dari 180 gugus yang berpartisipasi dalam CIP 2026, sebanyak 36 gugus memperoleh predikat berdasarkan hasil penilaian.

Load More