- Empat koridor transportasi umum di Palembang menghentikan operasional sementara mulai satu November dua ribu dua puluh enam.
- Penghentian layanan disebabkan pembaruan administrasi pengadaan jasa transportasi serta verifikasi sistem OSS oleh pemerintah kota.
- Wali Kota Palembang menargetkan penyelesaian administrasi memakan waktu tiga hari agar layanan dapat segera beroperasi kembali.
Salah satu hal yang harus diperbarui adalah Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Selain itu, sistem OSS sedang menjalani pemeliharaan sehingga proses verifikasi ulang masih diperlukan.
Proses tersebut saat ini berada dalam tahap kurasi dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima hari.
Selama pembaruan administrasi dan verifikasi belum selesai, pengadaan jasa layanan belum dapat dilaksanakan melalui sistem E-Katalog atau E-Purchasing.
Dengan demikian, penghentian operasional bukan diumumkan sebagai penghentian permanen. Namun, kepastian waktu pembukaan kembali layanan tetap bergantung pada penyelesaian proses administrasi tersebut.
Pemkot Palembang menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna Feeder LRT Musi Emas dan Teman Bus Transmusi yang terdampak penghentian sementara.
Pemerintah berharap proses pembaruan administrasi dan verifikasi sistem OSS dapat segera diselesaikan sehingga pengadaan jasa transportasi dapat dilanjutkan.
Meski demikian, masyarakat masih membutuhkan kepastian mengenai tanggal operasional kembali. Sebab, bagi sebagian warga, layanan feeder dan Teman Bus bukan sekadar pilihan transportasi, melainkan penghubung penting untuk menjangkau stasiun LRT dan berbagai tujuan di Kota Palembang.
Karena itu, penyelesaian administrasi perlu diikuti informasi yang jelas mengenai jadwal pembukaan kembali layanan agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan tanpa terus-menerus menghadapi ketidakpastian.
Baca Juga: Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan
Tag
Berita Terkait
-
Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan
-
Dari Nongkrong hingga Koleksi Karya, Cara Anak Muda Palembang Menikmati Seni
-
Hujan Sudah Turun, Karhutla Sumsel Belum Tuntas, Seberapa Efektif Dry Ice dan OMC?
-
Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti
-
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia
-
Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi
-
Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan
-
4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak