- Koalisi Pers Sumsel mendesak pencopotan Kapolda Sumsel karena belum menuntaskan kasus pengeroyokan dua jurnalis pada 13 Oktober 2026.
- Koalisi telah mengadu ke berbagai lembaga dan meminta polisi segera mengungkap aktor intelektual serta seluruh pelaku lapangan yang terlibat.
- Polisi baru menahan tiga orang terkait insiden pengeroyokan tersebut dan menyatakan proses penyidikan masih terus berjalan.
Kasus ini bermula dari pengeroyokan terhadap dua jurnalis, Rahmat, jurnalis Tribun Sumsel–Sriwijaya Post, dan Mulyadi, jurnalis PalTV. Keduanya mengalami kekerasan saat meliput aksi demonstrasi yang berujung ricuh di depan Mapolda Sumsel pada Selasa (13/10/2026).
Dalam insiden tersebut, keduanya diduga dikeroyok oleh massa berpakaian hitam ketika menjalankan tugas jurnalistik. Peristiwa itu memicu desakan dari kalangan pers agar kepolisian mengusut kasus secara menyeluruh dan menjamin perlindungan bagi jurnalis.
Berdasarkan keterangan dalam rilis Koalisi Pers Sumsel, polisi telah menahan tiga orang terkait perkara tersebut. Namun, hingga Senin (26/10/2026), belum ada penambahan tersangka yang diumumkan.
Sebelumnya, Kapolda Sumsel menyatakan penyidikan masih berjalan dan jumlah pihak yang diproses berpotensi bertambah. Polisi juga disebut akan memeriksa sejumlah orang yang berada di lokasi kejadian, termasuk pimpinan organisasi kemasyarakatan yang terkait dengan insiden tersebut.
Kapolda Sumsel turut menyampaikan bahwa Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) telah dimintai keterangan oleh penyidik. “Sudah kita periksa,” ujarnya.
Pengusutan Kasus Jadi Ujian Perlindungan terhadap Jurnalis
Koalisi Pers Sumsel meminta penyidik segera memberikan perkembangan penanganan perkara kepada publik. Pengungkapan kasus dinilai penting untuk memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab diproses berdasarkan hukum.
Di sisi lain, perkembangan penyidikan dan penetapan tersangka merupakan kewenangan kepolisian yang harus didasarkan pada alat bukti. Karena itu, desakan
Baca Juga: Butuh Lapor Polisi di Sumsel? Ini Nomor WhatsApp Kapolda dan 18 Kapolres
Tag
Berita Terkait
-
Butuh Lapor Polisi di Sumsel? Ini Nomor WhatsApp Kapolda dan 18 Kapolres
-
Dua Tersangka Pengeroyokan Wartawan di Mapolda Sumsel, Ini Dugaan Peran Masing-masing
-
Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok
-
Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo
-
Dua Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo Karhutla, Koalisi Pers Sumsel Beri Kapolda Tenggat 2x24 Jam
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot
-
Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla
-
Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar
-
51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor
-
PTBA dan UGM Uji Pupuk Kalium Humat dari Batu Bara untuk Tingkatkan Hasil Panen