- Kebakaran hutan di Taman Nasional Berbak dan Sembilang sejak Agustus 2026 telah meluas hingga sekitar seribu hektare.
- Titik api kini berjarak dua sampai tiga kilometer dari kawasan hutan primer yang menjadi habitat harimau Sumatera.
- Petugas mengalami kesulitan pemadaman karena minimnya sumber air, medan sulit, serta kondisi gambut dalam yang menyulitkan akses.
SuaraSumsel.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS), Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, semakin mendekati kawasan yang menjadi habitat harimau Sumatera.
Jarak titik kebakaran dengan habitat harimau kini diperkirakan hanya sekitar 2–3 kilometer. Api memang belum masuk ke hutan primer, tetapi kondisi tersebut membuat petugas khawatir kebakaran meluas dan mencapai kawasan tempat harimau serta satwa mangsanya hidup.
Kepala Balai TNBS Yunaidi mengatakan kebakaran saat ini masih berada di area yang didominasi semak belukar, alang-alang dan tumbuhan paku-pakuan. Sementara hutan primer yang menjadi habitat harimau masih belum terbakar. “Tidak terlalu jauh, mungkin batas sekitar 2–3 kilometer dari jarak habitat harimau,” kata Yunaidi, Selasa (29/9/2026).
Api Belum Masuk Habitat Harimau
Kondisi ini menjadi pembeda penting dari kabar bahwa habitat harimau telah terbakar. Hingga kini belum ada laporan bahwa api sudah masuk ke hutan primer atau harimau terdampak langsung akibat kebakaran. Namun, semakin dekatnya titik api membuat potensi ancaman terhadap kawasan konservasi tersebut meningkat.
Selain api, asap juga menjadi persoalan. Satwa yang berada di sekitar lokasi kebakaran tetap membutuhkan udara untuk bertahan hidup sehingga paparan asap berpotensi mengganggu kondisi mereka. “Dia (hewan) butuh udara juga ya, sesak. Asap itu pengaruh juga,” ujar Yunaidi.
Data pemantauan Balai TNBS pada 2022 mencatat sekitar 11 ekor harimau berada di kawasan Berbak. Data tersebut menjadi salah satu gambaran keberadaan satwa dilindungi di kawasan konservasi tersebut.
Persoalan berikutnya bukan sekadar jarak api dengan habitat harimau. Petugas juga menghadapi medan yang sulit dijangkau.
Sejumlah titik kebakaran berada jauh di dalam kawasan taman nasional dan tidak memiliki akses jalan. Petugas juga menghadapi keterbatasan sumber air di sekitar lokasi. “Kesulitan air. Terus titik apinya sulit dijangkau, jauh sekali,” kata Yunaidi.
Baca Juga: Janji Lolos Bintara Polri, 2 Polisi Jambi Diduga Tipu 12 Orang hingga Rp7,81 Miliar
Satgas Karhutla Jambi sebelumnya menyebut pemadaman di kawasan TNBS masih mengandalkan water bombing karena kondisi gambut yang dalam menyulitkan alat berat masuk ke lokasi. Alat berat berisiko tenggelam ketika digunakan di kawasan dengan gambut dalam.
Balai TNBS juga berupaya membuat embung dengan bantuan alat berat serta mengalirkan air dari sungai menuju lokasi kebakaran.
Kebakaran Sudah Berlangsung Sejak Agustus
Karhutla di kawasan TNBS ini bukan kejadian yang baru berlangsung sehari-dua hari. Menurut Balai TNBS, kebakaran telah berlangsung sejak 9 Agustus 2026. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 1.000 hektare, tetapi angka tersebut belum dipastikan melalui pengukuran resmi.
Kondisi gambut membuat proses pemadaman menjadi lebih rumit. Api dapat bertahan di bawah permukaan meskipun kobaran tidak lagi terlihat. Sebelumnya, Balai TNBS menyebut proses pendinginan pada lahan gambut dapat membutuhkan waktu hingga 13 hari untuk memastikan bara di lapisan bawah benar-benar mati.
Artinya, berkurangnya api di permukaan belum otomatis berarti kawasan tersebut aman.
Tag
Berita Terkait
-
Janji Lolos Bintara Polri, 2 Polisi Jambi Diduga Tipu 12 Orang hingga Rp7,81 Miliar
-
Rp144,82 Miliar Raib, Begini Kronologi Pembobolan 6.609 Rekening Bank Jambi
-
Viral Digerebek Istri di Kamar Kos dengan Wanita Lain, Dosen UIN Jambi Klaim Kejadian Diset
-
Digerebek Istri di Kos Bareng Mahasiswi, Wakil Dekan UIN Jambi Langsung Dinonaktifkan
-
Diduga Diterkam Harimau Sumatera, 7 Fakta Warga Musi Rawas Tewas Saat Cari Ikan di Sungai Bal
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan
-
Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut
-
Sidang Korupsi Chromebook Muara Enim: Saksi Ungkap Skema Fee, 5 Persen untuk Bupati Edison
-
Banpres Karhutla Rp100 Miliar Sudah Turun, Apa yang Sudah Berubah di Sumsel?
-
Pegawai SPPG Hendak Kerja Dini Hari, Dibegal di Jembatan Musi VI Palembang