Tasmalinda
Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB
Guruh Soekarnoputra bersama grup musik Gipsy. Guruh Soekarnoputra berpulang, mengapa kepergiannya begitu berarti bagi Indonesia? [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di Jakarta pada usia 73 tahun, Sabtu 26 September 2026.
  • Presiden Prabowo Subianto bertakziah ke kediaman Megawati Soekarnoputri untuk menyampaikan duka dan penghormatan langsung.
  • Almarhum dikenal luas sebagai seniman dan politisi yang memadukan kebudayaan tradisional dengan karya modern.

Karena itu, ketika Guruh berpulang, yang ditinggalkan bukan hanya keluarga besar Soekarno, tetapi juga perjalanan panjang seorang seniman yang selama puluhan tahun mencoba memberi ruang lebih besar bagi budaya Indonesia di panggung modern.

Prabowo dan Penghormatan untuk Guruh

Sebelum datang langsung ke rumah Megawati, Prabowo telah menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh pada 26 September.

Ucapan tersebut disampaikan melalui akun Instagram resminya, disertai sketsa wajah Guruh. ANTARA juga mencatat bahwa Prabowo sebelumnya mendapat informasi mengenai kondisi Guruh dan meminta agar ia mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Dua hari kemudian, Prabowo datang langsung ke kediaman Megawati.

Momen tersebut membuat kembali terlihat satu sisi lain dari sosok Guruh: seorang seniman yang hidup dalam persinggungan sejarah politik dan kebudayaan Indonesia.

Guruh Soekarnoputra telah berpulang.

Tetapi musik, tari, koreografi dan gagasan tentang bagaimana budaya Indonesia dapat hadir dalam bentuk modern menjadi bagian dari jejak yang ia tinggalkan.

Baca Juga: Prabowo Setuju Badan Baru Kelola Gambut, Apa Bedanya dengan Lembaga Restorasi Dulu?

Load More