- ASN Inspektorat OKI bernama Anton dimakamkan secara kedinasan di Ogan Komering Ilir pada Selasa, 22 September 2026.
- Anton tewas usai ditikam istrinya, Deka Ayu, di Kelurahan Sukadana, Kecamatan Kayuagung, pada Senin, 21 September 2026.
- Keluarga mengungkap korban dan pelaku sedang menjalani proses perceraian akibat konflik rumah tangga dan dugaan KDRT.
SuaraSumsel.id - Jenazah Anton (32), ASN Inspektorat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), telah dimakamkan secara kedinasan. Namun, di balik penghormatan terakhir tersebut, keluarga mengungkap cerita mengenai rumah tangga Anton yang disebut telah lama retak sebelum ia tewas ditikam istrinya, Deka Ayu.
Anton dimakamkan di Desa Sirah Pulau, Kecamatan Sirah Pulau Padang, OKI, Selasa (22/9/2026). Upacara pelepasan jenazah dipimpin Inspektur Inspektorat OKI Saparudin sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian Anton sebagai ASN.
Namun, sehari setelah pemakaman, cerita dari keluarga korban membuat rangkaian peristiwa sebelum penusukan menjadi sorotan. Kakak Anton, Andre Putra (38), mengatakan adiknya tengah menghadapi persoalan rumah tangga dan sedang menjalani proses perceraian.
Menurut Andre, Anton bahkan sempat berkonsultasi dengan penasihat hukum terkait rencana perceraian dan dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hanya dua hari sebelum peristiwa penusukan. Keterangan tersebut disampaikan Andre saat ditemui di rumah duka.
“Dua hari sebelum kejadian penusukan merupakan hari terakhir saya bertemu dengan adik saya. Kami ke penasihat hukum untuk konsultasi terkait KDRT yang dialami adik saya serta proses perceraian yang akan dijalani,” kata Andre.
Hubungan Anton dan Deka, menurut keterangan keluarga dan polisi, memang sedang tidak harmonis. Keduanya disebut telah pisah ranjang dan berada dalam proses perceraian ketika peristiwa penusukan terjadi.
Polisi sebelumnya menyebut Deka datang menemui Anton pada Senin (21/9/2026). Pertemuan tersebut kemudian berkembang menjadi perselisihan. Polisi menyebut persoalan yang diperiksa sementara berkaitan dengan permintaan uang untuk pengobatan anak mereka yang masih berusia sekitar tujuh bulan.
Dalam pemeriksaan awal, polisi menyebut Deka mengaku sakit hati karena persoalan tersebut. Setelah terjadi cekcok, Deka mengambil pisau yang dibawanya dari dalam tas dan menyerang Anton.
Anton kemudian mengalami luka akibat senjata tajam dan meninggal dunia. Polisi mengamankan Deka serta sebilah pisau sepanjang sekitar 30 sentimeter yang disebut digunakan dalam kejadian tersebut.
Baca Juga: Istri Bunuh Suami di OKI, Terungkap Masalah Rumah Tangga Sebelum Anton Tewas
Cerita keluarga memberikan sudut pandang berbeda mengenai persoalan nafkah yang disebut polisi dalam pemeriksaan awal.
Andre mengatakan Anton tetap memberikan nafkah kepada keluarganya meski keduanya sudah pisah ranjang. Ia bahkan menyebut Anton mengirim uang Rp11 juta kepada istrinya pada Agustus 2026.
Keluarga juga membantah anggapan bahwa anak mereka sedang mengalami demam atau sakit berat sebelum peristiwa penusukan.
Andre mengatakan anak perempuan Anton yang berusia sekitar tujuh bulan justru mengalami luka pada jari akibat terkena pisau ketika insiden penusukan berlangsung.
Saat ini, menurut keluarga, dua anak Anton yang masing-masing berusia sekitar empat tahun dan tujuh bulan berada bersama keluarga korban dalam kondisi sehat.
Dugaan KDRT muncul dari cerita keluarga
Tag
Berita Terkait
-
Istri Bunuh Suami di OKI, Terungkap Masalah Rumah Tangga Sebelum Anton Tewas
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Ketika Kantor Tak Lagi Berdinding, Kisah Anyelir Berkarya Bersama Tri hingga Desa di OKI
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
Terkini
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Harga Karet Sumsel Tembus Rp43 Ribu, Naik Rp1.199 dalam Dua Hari
-
Mau Seru-seruan di Pestapora 2026? Manfaatkan Cicilan 0% BRI Kartu Kredit
-
Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?
-
Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?