Tasmalinda
Kamis, 02 Juli 2026 | 11:35 WIB
anyelir ayu memperlihatkan aplikasi im3
Baca 10 detik
  • Anyelir Ayu, seorang pekerja kreatif, mengandalkan jaringan Tri selama tujuh tahun untuk menunjang aktivitas konten digitalnya.
  • Layanan internet Tri terbukti stabil saat digunakan di perkotaan maupun di wilayah desa Kabupaten Ogan Komering Ilir.
  • Koneksi internet yang terjangkau dan kencang menjadi modal utama Anyelir untuk tetap produktif dalam ekosistem ekonomi digital.

SuaraSumsel.id - Bagi Anyelir Ayu, bekerja sebagai content writer sekaligus content creator berarti hampir tak pernah benar-benar jauh dari internet.

Ide bisa muncul kapan saja. Informasi perlu dicari dalam hitungan menit. Media sosial harus terus dipantau, sementara TikTok dan Instagram bukan lagi sekadar tempat mencari hiburan, melainkan bagian dari ruang kerja seorang pekerja kreatif di era digital.

Karena itu, koneksi internet yang stabil dan terjangkau menjadi kebutuhan penting dalam kesehariannya.

Selama sekitar tujuh tahun terakhir, Anyelir memilih menggunakan Tri untuk menunjang aktivitas digitalnya. Bukan hanya ketika berada di perkotaan, tetapi juga saat harus bepergian ke sejumlah wilayah desa di Sumatera Selatan. "Iya, aku dari dulu pakai Tri, mungkin sudah tujuh tahunan," ujar Anyelir.

Sebagai seorang content writer dan content creator, kesehariannya dekat dengan berbagai platform digital. TikTok dan Instagram menjadi dua aplikasi yang kerap digunakannya, baik untuk mencari informasi, mengikuti perkembangan tren maupun menunjang aktivitas kreatif.

Menurut Anyelir, kecepatan koneksi menjadi penting karena konten digital, terutama dalam bentuk foto dan video, membutuhkan jaringan yang memadai.

"TikTok dan Instagram kencang sih," katanya.

Untuk memenuhi kebutuhan internet sehari-hari, Anyelir biasanya membeli paket melalui aplikasi bima+. Ia mengeluarkan sekitar Rp60 ribu untuk mendapatkan kuota sekitar 20 GB dengan masa aktif 28 hari.

Bagi pekerja kreatif, pilihan paket yang terjangkau menjadi penting. Internet bukan lagi pengeluaran tambahan untuk hiburan semata, melainkan bagian dari modal untuk tetap produktif.

Baca Juga: Nomor yang Tak Pernah Berganti, IM3 Temani Zelvan dari Bangku SMP hingga Cari Penghasilan

Namun pengalaman yang paling berkesan bagi Anyelir justru terjadi ketika ia meninggalkan kawasan perkotaan.

Tetap Terkoneksi hingga Desa di OKI

Pekerjaan dan aktivitasnya beberapa kali membawa Anyelir ke sejumlah desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Dua di antaranya adalah Desa Bangsal dan Lebung Itam.

Berada jauh dari pusat Kota Palembang membuat kebutuhan terhadap konektivitas menjadi semakin terasa. Ponsel tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi penghubung dengan informasi dan berbagai aktivitas digital.

Dari pengalamannya, jaringan Tri masih dapat digunakan dengan baik di kedua wilayah tersebut.

"Tri itu kalau di desa juga lancar. Aku ke Desa Bangsal sama Lebung Itam, area OKI, pun masih kencang sinyalnya. Cuma kalau desa yang terpencil banget, baru mati sinyalnya," ungkap Anyelir.

Load More