- Sekretaris Jenderal APKARINDO Sumsel H. Rudi Arpian menyatakan harga karet KKK 100 persen di Sumsel menembus Rp43.008 per kilogram pada Rabu (23/9/2026).
- Penguatan harga karet domestik tersebut dipicu oleh kenaikan harga di pasar SGX-SICOM serta pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS.
- Meskipun harga indikatif naik Rp1.199 dalam dua hari, petani belum tentu menerima nominal tersebut secara penuh karena dipengaruhi kadar kering dan mutu bokar.
SuaraSumsel.id - Kabar baik kembali datang bagi petani karet Sumatera Selatan. Harga indikatif karet dengan kadar karet kering (KKK) 100 persen pada Rabu (23/9/2026) menembus Rp43.008 per kilogram, melanjutkan penguatan dalam dua perdagangan terakhir.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) Sumatera Selatan, Rudi Arpian, menyebut kenaikan tersebut mengikuti penguatan harga karet di pasar SGX-SICOM dan pergerakan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“Harga KKK 100 persen hari ini Rp43.008 per kilogram, naik Rp825 dibandingkan Selasa yang Rp42.183 per kilogram,” kata Rudi berdasarkan informasi harga SGX-SICOM, Rabu (23/9/2026).
Harga acuan SGX-SICOM tercatat naik dari 238,0 menjadi 241,7 US cent per kilogram. Pada saat yang sama, kurs bergerak dari Rp17.724 menjadi Rp17.794 per dolar AS.
Kombinasi dua pergerakan tersebut membuat harga indikatif KKK 100 persen kembali menembus level Rp43 ribu per kilogram.
Naik Rp1.199 dalam Dua Hari
Penguatan harga karet kali ini bukan hanya terjadi dalam satu perdagangan. Dalam tiga perdagangan terakhir, harga indikatif KKK 100 persen tercatat:
21 September: Rp41.809 per kilogram
22 September: Rp42.183 per kilogram
23 September: Rp43.008 per kilogram
Artinya, hanya dalam dua hari perdagangan, harga indikatif tersebut sudah naik Rp1.199 per kilogram.
Baca Juga: Setelah Lama Berfluktuasi, Harga Karet Kini Hampir Menyentuh Rp40 Ribu per Kg
Kenaikan ini sejalan dengan penguatan harga TSR20 di SGX. Data GAPKINDO mencatat harga TSR20 berada di level 241,7 US cent/kg pada 22 September, naik 3,7 US cent atau 1,55 persen dari perdagangan sebelumnya. Pergerakan harga internasional tersebut menjadi salah satu acuan penting dalam perhitungan harga karet di Indonesia.
Bukan Berarti Petani Langsung Terima Rp43 Ribu
Meski angka Rp43.008 per kilogram terlihat menarik, petani perlu memahami bahwa angka tersebut merupakan indikasi harga KKK 100 persen, bukan otomatis harga bersih yang diterima dari setiap transaksi di tingkat kebun.
Nilai aktual tetap dipengaruhi oleh kadar karet kering, mutu bokar, sistem penjualan, timbangan, biaya produksi hingga potongan yang berlaku.
Dengan kata lain, petani yang menghasilkan bokar dengan KKK lebih rendah tentu memperoleh nilai yang berbeda.
Karena itu, kenaikan harga acuan global belum otomatis berarti pendapatan bersih petani naik dengan nominal yang sama.
Berita Terkait
-
Setelah Lama Berfluktuasi, Harga Karet Kini Hampir Menyentuh Rp40 Ribu per Kg
-
Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?
-
Waswas! Tarif AS Ancam Masa Depan Ekspor Karet Sumsel
-
Ekspor Karet Sumsel Terancam Tarif AS, Pengusaha Desak Perundingan Dagang
-
Harga Karet Naik! KKK 100 Persen Tembus Rp33.516, Ini Daftar Lengkap Terbaru
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
PTBA Raih Penghargaan Kementerian ESDM atas Kepatuhan Pembayaran PNBP
-
Dukung Pendidikan, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Keistimewaan di Sequoia School
-
Investor dari 6 Negara Jajaki Potensi Hilirisasi Sumsel dalam 3rd Sriwijaya Economic Forum 2026
-
Harga Rp2,6 Jutaan, realme C01 Punya Baterai 6.500 mAh dan Fitur NFC
-
Dari Ruang Kerja, Pekerja Kilang Plaju Lahirkan 180 Inovasi