Tasmalinda
Selasa, 22 September 2026 | 23:15 WIB
Hujan turun di Palembang, apakah kabut asap benar-benar hilang?
Baca 10 detik
  • Hujan mengguyur kawasan Bukit Besar, Kota Palembang, pada Selasa malam, 22 September 2026, setelah warga menghadapi kabut asap.
  • Sebelum hujan, kualitas udara Palembang berada dalam kategori sangat tidak sehat dengan konsentrasi PM2.5 yang tinggi.
  • Hujan tersebut belum otomatis mengakhiri kabut asap karena masih terdapat ribuan titik panas akibat kebakaran hutan.

BMKG sendiri pada 22 September masih mencatat sebaran hotspot yang tinggi di Sumatera Selatan. Hingga 21 September, Sumsel tercatat memiliki 1.485 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi dalam periode pemantauan 10 hari terakhir.

Angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla belum sepenuhnya selesai. BMKG juga mencatat hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada pekan 22–28 September. Namun, pada saat yang sama, kondisi atmosfer relatif kering masih terjadi di sebagian Sumatera dan Kalimantan.

Kondisi ini membuat hujan yang turun di Palembang menjadi kabar baik, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa musim asap telah berakhir.

Apalagi, kondisi udara Palembang pada pagi hari masih menunjukkan konsentrasi PM2.5 yang tinggi.

Dengan kata lain, yang perlu ditunggu bukan hanya hujannya, tetapi apa yang terjadi pada kualitas udara setelah hujan.

Untuk sementara, warga tetap dianjurkan memperhatikan informasi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. BMKG sebelumnya mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat dan menggunakan masker yang sesuai bila harus beraktivitas di luar.

Hujan malam ini memang membawa sedikit kelegaan.

Tetapi bagi Palembang yang masih berhadapan dengan asap dan karhutla, satu kali hujan belum tentu berarti perang melawan kabut asap telah selesai.

Baca Juga: Gugatan 25 Media di Palembang Tak Dapat Diterima, Hakim Nilai Perkara Prematur

Load More