- Harga timah dunia mencapai US$54.250 per metrik ton pada perdagangan 22 September 2026 di Pangkalpinang.
- Defisit pasokan global terjadi akibat konsumsi semester I 2026 mencapai 179.256 ton yang melampaui produksi.
- Kebutuhan industri teknologi modern seperti kecerdasan buatan dan kendaraan listrik memicu tingginya permintaan timah.
SuaraSumsel.id - Harga timah dunia kembali menanjak dan kini berada di level yang membuat komoditas tambang ini kembali menjadi sorotan.
Pada perdagangan Selasa (22/9/2026), harga timah tercatat mencapai sekitar US$54.250 per metrik ton. Posisi tersebut melanjutkan penguatan setelah sebelumnya harga berada di kisaran US$53.700 per ton pada 17 September.
Kenaikan tersebut bukan sekadar pergerakan harga harian. Sepanjang 2026, harga timah telah menguat sekitar 31,14 persen, sedangkan secara tahunan berada sekitar 58 persen lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, berdasarkan data yang dikutip Wow Babel dari perdagangan komoditas global.
Lalu, mengapa harga timah terus menguat ketika pasokannya justru ketat?
Konsumsi Timah Sudah Lebih Besar dari Produksi
Salah satu jawabannya terlihat dari neraca pasar global. Data CRU Tin Monitor yang dikutip PT Timah menunjukkan produksi logam timah global pada semester I 2026 mencapai sekitar 173.536 ton.
Sementara itu, konsumsi global mencapai 179.256 ton. Artinya, konsumsi lebih besar sekitar 5.720 ton dibanding produksi pada periode tersebut. Kondisi ini menunjukkan pasar timah global masih mengalami defisit pasokan.
Defisit tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat harga timah tetap tinggi. PT Timah sendiri memperkirakan harga timah global sepanjang 2026 berada pada kisaran US$47.000 hingga US$55.000 per ton.
Dengan harga yang sudah berada di sekitar US$54.250 per ton pada 22 September, posisi pasar saat ini berada dekat dengan batas atas proyeksi tersebut.
Baca Juga: Timah Rakyat Kembali Diserap PT Timah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Bangka Belitung?
Timah Bukan Sekadar Komoditas Tambang
Ada alasan lain mengapa permintaan timah terus diperhatikan. Timah merupakan salah satu bahan penting dalam industri elektronik. PT Timah menyebut sekitar 50 persen konsumsi timah dunia digunakan untuk solder, terutama pada rangkaian elektronik.
Solder dibutuhkan untuk menghubungkan komponen pada berbagai perangkat elektronik. Ketika industri semikonduktor, pusat data dan teknologi kecerdasan buatan (AI) berkembang, kebutuhan terhadap komponen elektronik ikut meningkat.
Efeknya kemudian merambat ke kebutuhan bahan baku, termasuk timah.
Pertumbuhan kendaraan listrik dan energi terbarukan juga menjadi sumber permintaan baru karena semakin banyak komponen elektronik yang digunakan pada teknologi tersebut.
Jadi, di balik harga timah yang mencapai puluhan ribu dolar per ton, ada perubahan besar dalam kebutuhan industri teknologi dunia.
Berita Terkait
-
Timah Rakyat Kembali Diserap PT Timah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Bangka Belitung?
-
Prabowo Datang ke Bangka, Ratusan Penambang Kepung Kantor PT Timah: Ini Soal Perut!
-
Alih Kelola Smelter ke PT Timah: Solusi Strategis atau Beban Baru bagi BUMN Tambang?
-
Menjelang Lebaran, Mantan Karyawan PT Timah Tuntut Haknya di KWP Mentok
-
Jejak Mantan Kadis ESDM Kembali Tersangka Korupsi Timah, Rugikan Negara Ratusan Miliar
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?
-
Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?
-
Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?
-
3.465 Chromebook Muara Enim Sudah Diketahui Sebelum Kontrak, Saksi Ungkap Rantai Pengadaannya
-
Karhutla Padang Sugihan Ancam Habitat Gajah Sumatera, 2.300 Hektare Lahan Terbakar