- Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palembang menjatuhkan vonis penjara berbeda kepada empat terdakwa korupsi proyek Perkimtan pada Kamis, 17 September 2026.
- Kasus korupsi pengadaan bahan bangunan tahun anggaran 2024 tersebut terbukti menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,68 miliar.
- Keempat terdakwa menyatakan menerima putusan majelis hakim, sementara Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang masih menyatakan pikir-pikir.
Perkara tersebut kemudian menyeret empat orang sebagai terdakwa, yakni Agus Rizal selaku mantan Kepala Dinas Perkimtan, Dedy Triwahyudi selaku Direktur CV Mapan Makmur Bersama, serta Yunita dan Muhammad Faisal Rahman yang merupakan pejabat/PPK di lingkungan Perkimtan.
Kejari Palembang menyatakan telah memeriksa lebih dari 130 saksi, termasuk ketua RT, lurah, pemilik toko bangunan hingga pejabat di lingkungan Perkimtan.
Negara Rugi Rp1,68 Miliar
Berdasarkan perhitungan ahli yang disampaikan Kejari Palembang dalam proses penyidikan, perkara tersebut menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1.686.574.440 atau sekitar Rp1,68 miliar.
Dalam dakwaan jaksa yang diberitakan sebelumnya, kegiatan tersebut berkaitan dengan pengadaan bahan bangunan dan konstruksi dengan nilai kontrak sekitar Rp2,55 miliar.
Jaksa juga mendalilkan adanya penyimpangan dalam proses pengadaan serta pembagian persentase dana proyek kepada sejumlah pihak. Uraian tersebut merupakan dakwaan jaksa yang kemudian diuji dalam persidangan.
Karena itu, perkara ini tidak hanya berkaitan dengan besaran anggaran, tetapi juga mempertanyakan bagaimana kegiatan pengadaan dan pekerjaan fisik tersebut dijalankan hingga menimbulkan kerugian negara.
Kasus tersebut mulai mencuat setelah Kejari Palembang menetapkan Agus Rizal dan Dedy Triwahyudi sebagai tersangka pada Desember 2025.
Pada Januari 2026, penyidik kemudian menetapkan dua tersangka tambahan, yakni Yunita dan Muhammad Faisal Rahman. Kejari saat itu menyebut pemeriksaan fisik menemukan material yang disediakan penyedia tidak seluruhnya sesuai dengan kontrak.
Baca Juga: Kabut Asap Palembang Hari Ini Berdampak ke Penerbangan, 4 Pesawat Sempat Tertahan
Perkara kemudian bergulir ke Pengadilan Tipikor Palembang hingga akhirnya majelis hakim menjatuhkan vonis kepada keempat terdakwa pada 17 September 2026.
Dengan putusan tersebut, perkara memasuki tahapan lanjutan. Keempat terdakwa menerima putusan, sedangkan JPU masih mempertimbangkan sikap hukum terhadap vonis yang dijatuhkan majelis hakim
Tag
Berita Terkait
-
Kabut Asap Palembang Hari Ini Berdampak ke Penerbangan, 4 Pesawat Sempat Tertahan
-
Udara Palembang Hari Ini Berbahaya, PM2.5 Sempat Tembus 681,6 g/m
-
Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot
-
Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?
-
Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti
-
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia
-
Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi
-
Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan
-
4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak