Tasmalinda
Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan ajak warga salat tobat 1 Oktober
Baca 10 detik
  • Warga Kota Bengkulu mengalami antrean panjang Pertalite sepanjang satu hingga dua kilometer di beberapa SPBU pada September 2026.
  • Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyatakan stok BBM aman dan mengajak warga berdoa bersama pada 1 Oktober 2026.
  • Pemerintah daerah dan Pertamina sebelumnya menyebut kuota serta pasokan BBM mencukupi, namun antrean tetap terjadi di lapangan.

SuaraSumsel.id - Antrean kendaraan untuk mendapatkan Pertalite kembali mengular di sejumlah SPBU di Kota Bengkulu. Di tengah keresahan warga yang harus mengantre panjang untuk mendapatkan BBM, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan justru mengajak masyarakat berdoa bersama dan menggelar kegiatan keagamaan pada 1 Oktober 2026.

Antrean disebut mencapai sekitar 1–2 kilometer di sejumlah SPBU, di antaranya SPBU Simpang Empat Kilometer 8 dan SPBU Bumiayu. Kondisi tersebut membuat warga harus menghabiskan waktu lebih lama untuk mendapatkan Pertalite.

Dalam pernyataannya, Helmi Hasan meminta masyarakat tidak panik menghadapi kondisi tersebut. Ia mengatakan stok BBM di Bengkulu masih aman dan mengajak masyarakat bersama-sama berdoa.

“Kita enggak usah panik, begitu kan. Insyaallah stok BBM kita aman,” ujar Helmi Hasan seperti dikutip dari NTV, Selasa (15/9/2026).

Helmi kemudian menyampaikan rencana doa akbar bersama masyarakat Provinsi Bengkulu pada 1 Oktober. Kegiatan tersebut, kata dia, akan melibatkan warga sesuai dengan keyakinan masing-masing. “Makanya nanti saat 1 Oktober, dalam rangka Hari Pancasila, kita akan buat doa Akbar dengan seluruh warga Provinsi Bengkulu sesuai keyakinan masing-masing,” katanya.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian karena disampaikan ketika antrean Pertalite masih terjadi di sejumlah SPBU. Bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan beraktivitas, antrean panjang berarti waktu yang harus kembali tersita hanya untuk mendapatkan BBM.

Bukan Kali Pertama Antrean BBM Terjadi di Bengkulu

Persoalan antrean BBM bersubsidi di Bengkulu sebenarnya bukan hal baru. Pada Februari 2026, Helmi Hasan pernah menyatakan kuota Pertalite dan Solar untuk Bengkulu dalam kondisi cukup setelah pemerintah daerah melakukan audiensi dengan BPH Migas.

Berdasarkan data yang disampaikan saat itu, kuota Pertalite Bengkulu pada 2026 tercatat sebanyak 231.356 kiloliter, turun sekitar 8,5 persen dibandingkan kuota 2025 yang mencapai 252.857 kiloliter.

Baca Juga: Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Namun, Helmi ketika itu menegaskan persoalan antrean bukan semata-mata karena kekurangan kuota. “Masalah kita ternyata bukan kuota, tetapi jumlah SPBU yang masih kurang,” kata Helmi pada Februari 2026.

Pemprov Bengkulu saat itu mendorong penambahan SPBU agar kapasitas penyaluran meningkat dan masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu dalam antrean panjang.

Penjelasan mengenai ketersediaan pasokan juga pernah disampaikan Pertamina.

Pada 26 Agustus 2026, Pertamina Patra Niaga menyatakan stok Pertalite di Bengkulu aman setelah kapal MT Gaharu membawa sekitar 4.000 kiloliter Pertalite tiba di Pelabuhan Pulau Baai. Tambahan tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan penyaluran selama sekitar tujuh hingga delapan hari.

Pertamina juga menjadwalkan kedatangan kapal berikutnya yang diperkirakan membawa sekitar 3.500 kiloliter Pertalite pada 28–29 Agustus 2026. Artinya, persoalan yang kini kembali terlihat di lapangan bukan hanya soal ada atau tidaknya BBM di wilayah Bengkulu, tetapi juga bagaimana pasokan tersebut sampai ke SPBU dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat pada waktu yang sama.

Lalu, Mengapa Antrean Pertalite Kembali Terjadi?

Load More