- Wali Kota Palembang Ratu Dewa memarahi dan mengusir staf PPPK karena pimpinan OPD absen dalam rapat persiapan musim hujan.
- Pemerintah Kota Palembang memetakan 12 titik prioritas dan 28 lokasi rawan genangan untuk menghadapi puncak musim hujan pada Oktober 2026.
- Ratu Dewa menegaskan penanganan banjir memerlukan kesiapan infrastruktur, perbaikan drainase, pembersihan sampah, serta tanggung jawab penuh dari seluruh perangkat daerah.
Pemkot Palembang berencana menyiagakan pompa portabel di titik-titik yang dianggap krusial.
Untuk persoalan yang berada di luar kewenangan pemerintah kota, koordinasi akan dilakukan bersama Balai Sungai dan Balai Jalan Nasional.
Selain infrastruktur, persoalan sampah yang menyumbat saluran air turut menjadi perhatian. Ratu Dewa meminta camat dan lurah tidak hanya menunggu petugas Dinas PUPR membersihkan saluran. Ia mendorong kembali kegiatan gotong royong dengan melibatkan masyarakat.
“Masalah sampah ini tidak bisa hanya mengandalkan petugas PU saja. Saya minta camat dan lurah menggerakkan warga, gotong royong harus digalakkan agar saluran di 114 anak sungai bisa kita atasi bersama,” tegasnya.
Rapat Banjir dan Pertanyaan soal Tanggung Jawab Pejabat
Kemarahan Ratu Dewa terhadap ketidakhadiran pimpinan OPD membuka persoalan yang lebih besar: seberapa siap masing-masing perangkat daerah ketika musim hujan benar-benar tiba?
Rapat koordinasi seharusnya menjadi ruang untuk mengetahui persoalan di lapangan sekaligus menentukan siapa melakukan apa.
Karena itu, ketika pejabat yang memiliki kewenangan tidak hadir dan perwakilan yang datang tidak mampu menjelaskan data teknis, koordinasi menjadi sulit menghasilkan keputusan secara cepat.
Ratu Dewa menegaskan seluruh OPD yang memiliki tugas dan fungsi berkaitan dengan penanganan genangan harus serius mempersiapkan diri.
Baca Juga: Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?
Adapun mengenai apakah ketidakhadiran atau ketidaksiapan pimpinan OPD akan berujung pada pencopotan maupun sanksi tertentu, belum ada keterangan resmi yang ditemukan dalam pemberitaan mengenai rapat tersebut. Yang jelas, pesan Ratu Dewa dalam rapat itu cukup tegas: pemerintah tidak boleh baru bergerak setelah banjir terjadi.
Oktober Menjadi Ujian Berikutnya
Dengan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Oktober, waktu Pemkot Palembang untuk memastikan kesiapan semakin terbatas.
Sebanyak 12 titik prioritas harus memiliki langkah penanganan, sementara 28 titik lainnya tetap membutuhkan perhatian. Pada saat yang sama, persoalan drainase, cross drain, jalan amblas, pompa hingga sampah harus dikerjakan lintas sektor.
Rapat yang awalnya menjadi forum koordinasi pun akhirnya memperlihatkan satu persoalan lain: penanganan banjir bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal siapa yang benar-benar memahami persoalan dan siap mengambil tanggung jawab ketika hujan datang.
Tag
Berita Terkait
-
Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?
-
Karhutla Tak Pilih Korban, 4 Tokoh Lintas Agama Bicara Soal Menjaga Alam
-
5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga
-
ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?
-
Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat
-
Karhutla Sumsel Capai 6.552 Hektar, Kenapa Masih Ada 84 Hektar Belum Padam?
-
Bukan Cuma Rp13 Miliar, Begini Jejak Aliran Uang Kasus Korupsi Chromebook Muara Enim
-
Ratu Dewa Berang di Rapat Banjir, PPPK Diusir, Nasib Kadis hingga Kabid Disorot
-
Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?