- BMKG Sumsel memprakirakan permukaan air Muara Musi di Palembang naik hingga 3,7 meter pada Senin sore.
- Kenaikan air disebabkan oleh fenomena pasang surut akibat gravitasi Bulan dan Matahari, bukan karena curah hujan.
- Pasang tinggi berpotensi memicu banjir rob di wilayah rendah dan perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar perairan.
SuaraSumsel.id - Musim kemarau tidak selalu berarti permukaan air sungai akan terus menurun. Di Muara Musi, Palembang, muka air justru diprakirakan mengalami kenaikan hingga 3,7 meter pada Senin (10/8/2026) sore, meski Sumatera Selatan sedang berada dalam periode kemarau.
Fenomena tersebut berkaitan dengan pasang surut, yang berbeda dengan kenaikan muka air akibat hujan. Pasang-surut merupakan fenomena periodik yang dipengaruhi terutama oleh gaya gravitasi Bulan dan Matahari, sehingga tetap dapat terjadi ketika cuaca sedang kering. BMKG menjelaskan pasang surut dapat diramalkan karena sifatnya yang periodik.
Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (BMKG Sumsel) melalui prakiraan pasang surut Muara Musi mencatat ketinggian air diprediksi mencapai maksimum 3,7 meter pada pukul 18.00 WIB, sedangkan titik terendah diprakirakan 0,5 meter pada pukul 07.00 WIB, berdasarkan grafik yang berlaku 10 Agustus 2026.
Berdasarkan grafik BMKG, muka air Muara Musi pada pukul 07.00 WIB berada pada angka 0,5 meter. Ketinggian tersebut relatif rendah hingga sekitar pukul 09.00 WIB, sebelum perlahan meningkat.
Pada pukul 10.00 WIB, air diprakirakan mencapai 0,7 meter dan naik menjadi 1 meter pada pukul 11.00 WIB.
Kenaikan semakin terlihat setelah tengah hari.
Pada pukul 12.00 WIB, ketinggian air diprakirakan mencapai 1,5 meter. Satu jam kemudian menjadi 1,9 meter.
Air kemudian diprakirakan mencapai:
2,4 meter pada pukul 14.00 WIB
2,9 meter pada pukul 15.00 WIB
3,3 meter pada pukul 16.00 WIB
3,6 meter pada pukul 17.00 WIB
3,7 meter pada pukul 18.00 WIB
Baca Juga: Avanza Seret Vixion di Palembang Ternyata Berawal dari Rencana Buka Warung Kopi
Dengan demikian, dari pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, muka air dalam prakiraan tersebut meningkat sekitar 2,2 meter.
Setelah mencapai puncaknya, ketinggian air diprakirakan kembali menurun menjadi 3,6 meter pada pukul 19.00 WIB, 3,4 meter pukul 20.00 WIB dan 3,1 meter pada pukul 21.00 WIB.
Kenapa Air Bisa Pasang Saat Kemarau?
Pasang surut bukan semata-mata dipicu oleh hujan atau musim penghujan. BMKG menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan kombinasi gaya gravitasi benda-benda astronomi, terutama Bulan dan Matahari. Pengaruh Bulan lebih dominan dalam pembentukan pasang surut karena jaraknya jauh lebih dekat dengan Bumi.
Karena itu, musim kemarau dan pasang air merupakan dua fenomena yang berbeda.
Kemarau berkaitan dengan kondisi atmosfer dan curah hujan, sedangkan pasang surut merupakan perubahan muka air yang memiliki siklus periodik.
Berita Terkait
-
Avanza Seret Vixion di Palembang Ternyata Berawal dari Rencana Buka Warung Kopi
-
Menyamar Jadi Polisi, Pria Ini Curi Susu di 6 Minimarket Palembang, Gunakan KTA Polri Palsu
-
Kronologi Santri di Jakabaring Diduga Dianiaya Ustaz hingga Mata Lebam, Dilaporkan ke Polisi
-
Spanduk 10 Meter 'Belum Merdeka dari Asap' Bentang di CFD Jembatan Ampera
-
Mengapa Rating Google RS Pusri Diserbu? Dampak Kasus Dokter Viral Hina Pasien BPJS
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Janji Lolos Bintara Polri, 2 Polisi Jambi Diduga Tipu 12 Orang hingga Rp7,81 Miliar
-
Kemarau, tapi Air Muara Musi Diprediksi Naik 3,7 Meter Sore Ini
-
Perkuat Pembiayaan Hunian, BRI Pimpin Kolaborasi Himbara di Danantara Housing Expo 2026
-
Panas hingga 34 Derajat, BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Karhutla di Sumsel
-
Avanza Seret Vixion di Palembang Ternyata Berawal dari Rencana Buka Warung Kopi