- Sekitar 100 petani Sidomulyo mendatangi Mapolres Muba pada Kamis, 6 Agustus 2026, untuk menyerahkan diri.
- Aksi solidaritas itu dilakukan karena empat warga ditetapkan sebagai tersangka pencurian di kebun mereka sendiri.
- Konsorsium Pembaruan Agraria menyatakan kasus tersebut berakar dari sengketa lahan puluhan tahun yang belum tuntas.
KPA: Akar Persoalan adalah Konflik Agraria
Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Sumatera Selatan menilai penanganan perkara tersebut tidak dapat dipisahkan dari konflik agraria yang telah berlangsung selama puluhan tahun di Desa Sidomulyo.
Staf Advokasi KPA Sumsel, Dewa Jagat, mengatakan akar persoalan bukan semata dugaan pencurian, melainkan sengketa penguasaan lahan yang hingga kini belum memperoleh kepastian hukum. "Kami melihat persoalan ini tidak bisa dipisahkan dari konflik agraria yang sudah berlangsung puluhan tahun. Petani yang kini ditetapkan sebagai tersangka merupakan bagian dari masyarakat yang selama ini mengelola dan menggantungkan hidupnya dari lahan tersebut," ujar Dewa Jagat kepada SuaraSumsel.id.
Sementara itu, Koordinator Wilayah KPA Sumsel sekaligus Koordinator Koalisi Masyarakat Sipil Anti Mafia Tanah Sumsel, Untung Saputra, meminta aparat penegak hukum lebih cermat melihat akar persoalan sebelum memproses perkara pidana.
Menurutnya, sengketa tersebut menyangkut lahan sekitar 121 hektare yang selama ini menjadi sumber penghidupan 53 kepala keluarga. "Kasus ini tidak bisa dilihat semata-mata sebagai perkara pidana biasa. Ada sengketa hak atas tanah yang masih dipersoalkan masyarakat dan perlu ditelusuri secara menyeluruh," kata Untung.
Koalisi juga mendesak Kementerian ATR/BPN dan Kantor Wilayah BPN Sumatera Selatan melakukan penelusuran terhadap proses penerbitan sertifikat yang menjadi dasar klaim kepemilikan lahan apabila ditemukan dugaan cacat administrasi.
Terpisah, KBO Reskrim Polres Musi Banyuasin Iptu Agus Kurniawan mengatakan perkara tersebut bermula dari laporan dugaan pencurian buah sawit yang diajukan Muktar Edi.
Menurutnya, penyidik telah menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap para tersangka setelah berkoordinasi dengan penasihat hukum mereka. "Yang dilaporkan adalah dugaan pencurian buah sawit. Memang kedua belah pihak saling mengklaim kepemilikan lahan dan juga saling melapor," kata Agus.
Ia menjelaskan, warga menunjukkan dokumen berupa surat Pancung Alas sebagai dasar penggarapan lahan. Sementara pihak pelapor mengklaim telah membeli lahan beserta tanaman sawit yang berada di atasnya dan proses sertifikasinya masih berjalan.
Baca Juga: Datang Bahas Sengketa Lahan, Pria di OKI Ditembak 3 Kali, Pelaku Diburu Polisi
Hingga kini, penyidikan dugaan pencurian maupun sengketa kepemilikan lahan tersebut masih berlangsung.
Tag
Berita Terkait
-
Datang Bahas Sengketa Lahan, Pria di OKI Ditembak 3 Kali, Pelaku Diburu Polisi
-
Koalisi Anti Mafia Tanah Sumsel Kecam Penetapan 4 Petani Muba sebagai Tersangka
-
Konflik Agraria Muba Memanas, 3 Petani Jadi Tersangka Usai Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Aksi Diam Hari Perempuan Sedunia di Palembang Soroti Konflik Agraria dan Perampasan Lahan
-
Fakta-Fakta Penembakan Lima Petani di Pino Raya: Konflik Lahan Berujung Luka Berat
Terpopuler
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- 5 Sepatu Jalan Lokal Tanpa Tali yang Nyaman dan Anti Jebol Menurut Review
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
PTBA Raih Penghargaan Kementerian ESDM atas Kepatuhan Pembayaran PNBP
-
Dukung Pendidikan, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Keistimewaan di Sequoia School
-
Harga Rp2,6 Jutaan, realme C01 Punya Baterai 6.500 mAh dan Fitur NFC
-
Dari Ruang Kerja, Pekerja Kilang Plaju Lahirkan 180 Inovasi
-
HUT ke-69 Bank Sumsel Babel, Jajaran Manajemen Gelar Ziarah Kenang Jasa Pahlawan