- BPS Sumsel melaporkan Gini Ratio turun menjadi 0,285 pada Maret 2026, menandakan pemerataan ekonomi membaik.
- Ketimpangan ekonomi wilayah perkotaan tercatat lebih tinggi daripada perdesaan meskipun keduanya mengalami penurunan.
- Berdasarkan standar Bank Dunia, tingkat ketimpangan pengeluaran di Sumatera Selatan dikategorikan rendah.
SuaraSumsel.id - Kabar baik datang dari kondisi pemerataan ekonomi di Sumatera Selatan. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat terus membaik pada Maret 2026.
Namun di balik penurunan tersebut, masih terlihat perbedaan yang cukup lebar antara kondisi masyarakat di wilayah perkotaan dan perdesaan.
Data itu disampaikan Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan Moh. Wahyu Yulianto, S.Si., S.ST., M.Si. dalam rilis resmi Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Provinsi Sumatera Selatan Maret 2026 yang digelar Rabu (5/8/2026).
BPS mencatat Gini Ratio Sumatera Selatan pada Maret 2026 sebesar 0,285, turun dibandingkan September 2025 yang mencapai 0,298. Penurunan sebesar 0,013 poin ini menunjukkan pemerataan pengeluaran masyarakat di Sumsel semakin membaik.
"Nilai Gini Ratio yang semakin rendah menunjukkan tingkat ketimpangan pengeluaran masyarakat semakin kecil," demikian dijelaskan dalam rilis BPS.
Meski secara keseluruhan membaik, ketimpangan di wilayah perkotaan masih jauh lebih tinggi dibandingkan perdesaan. BPS mencatat Gini Ratio perkotaan mencapai 0,346, sedangkan di wilayah perdesaan hanya 0,212. Keduanya memang mengalami penurunan dibandingkan September 2025, tetapi selisih tersebut menunjukkan distribusi pengeluaran masyarakat di kota masih lebih timpang dibandingkan desa.
BPS juga menggunakan ukuran Bank Dunia untuk melihat tingkat ketimpangan. Hasilnya, kelompok 40 persen penduduk terbawah menikmati 22,71 persen total pengeluaran masyarakat. Angka tersebut menempatkan Sumatera Selatan dalam kategori ketimpangan rendah, karena berada di atas ambang 17 persen yang digunakan Bank Dunia.
Di wilayah perkotaan, kelompok 40 persen terbawah menguasai 19,99 persen pengeluaran, sedangkan di perdesaan mencapai 25,37 persen. Menurut klasifikasi Bank Dunia, kedua wilayah tersebut juga masih tergolong memiliki tingkat ketimpangan yang rendah.
Terus Membaik dalam Tiga Tahun Terakhir
Baca Juga: Kemiskinan Sumsel Turun, Tapi 870 Ribu Warga Masih Hidup di Bawah Garis Miskin
BPS mencatat tren ketimpangan di Sumatera Selatan cenderung menurun dalam tiga tahun terakhir.
Bahkan jika dibandingkan satu dekade lalu, Gini Ratio Sumsel turun dari 0,342 pada Maret 2011 menjadi 0,285 pada Maret 2026. Tren tersebut menunjukkan pemerataan pengeluaran masyarakat semakin membaik dari waktu ke waktu. Grafik perkembangan Gini Ratio pada halaman 5 juga memperlihatkan penurunan bertahap baik di tingkat provinsi maupun wilayah perkotaan dan perdesaan.
Meski demikian, perbedaan tingkat ketimpangan antara kota dan desa masih menjadi pekerjaan rumah. Data BPS memperlihatkan masyarakat perkotaan masih menghadapi kesenjangan pengeluaran yang lebih besar dibandingkan masyarakat di wilayah perdesaan, meskipun arah perbaikannya terus berlangsung.
Tag
Berita Terkait
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Tapi 870 Ribu Warga Masih Hidup di Bawah Garis Miskin
-
BPS: Pengangguran Sumsel Naik Jadi 3,60 Persen, Pertanian Tetap Serap Terbanyak
-
BI Sumsel Beberkan Kunci Inflasi Tetap Terkendali Meski El Nino dan Tahun Ajaran Baru
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Duduk Perkara Kasus Haji Abdul Halim Ali, Mengapa Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif
-
Sebulan Beroperasi, KA Rajabasa Ekonomi Premium Layani 66.521 Penumpang, Hubungkan Sumsel-Lampung
-
Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang Merembet, Wali Kota dan Wawako Bisa Diperiksa
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Tapi 870 Ribu Warga Masih Hidup di Bawah Garis Miskin