Tasmalinda
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:15 WIB
Bank Indonesia menggelar bedah buku From Zero to Hero Survive
Baca 10 detik
  • Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menggelar rangkaian The 3rd Sriwijaya Economic Forum 2026.
  • Kegiatan tersebut mencakup bedah buku dan Call for Applicative Essay untuk memperkuat literasi ekonomi daerah.
  • Forum ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan aplikatif guna mendukung hilirisasi, ketahanan pangan, dan energi Sumatera Selatan.

SuaraSumsel.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat perannya sebagai thought leader dalam pembangunan ekonomi daerah melalui rangkaian The 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar bedah buku serta Call for Applicative Essay, sebagai ruang kolaborasi bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, hingga pemangku kebijakan untuk melahirkan gagasan yang dapat diimplementasikan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju SEF 2026 yang mengusung tema Sinergi Hilirisasi untuk Ketahanan Pangan dan Energi Sumatera Selatan, sekaligus memperkuat budaya riset berbasis solusi terhadap berbagai tantangan ekonomi daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono mengatakan pembangunan ekonomi daerah membutuhkan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga dapat diterapkan dalam praktik.

"Kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan akademisi, peneliti, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk menghasilkan gagasan yang aplikatif. Harapannya, berbagai rekomendasi yang lahir melalui SEF 2026 dapat menjadi referensi dalam mendorong transformasi ekonomi Sumatera Selatan," ujarnya.

Perkuat Literasi Ekonomi

Selain menjadi forum ilmiah, kegiatan bedah buku juga diarahkan untuk meningkatkan literasi ekonomi masyarakat sekaligus memperkaya perspektif mengenai isu-isu strategis seperti hilirisasi, ketahanan pangan, stabilitas harga, energi, dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui diskusi tersebut, peserta didorong untuk mengkritisi berbagai tantangan ekonomi sekaligus menyusun solusi yang relevan dengan kondisi Sumatera Selatan.

Essay Aplikatif untuk Kebijakan Daerah

Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia juga mendorong partisipasi masyarakat melalui Call for Applicative Essay. Kompetisi ini menjadi wadah bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, praktisi, hingga masyarakat umum untuk menyampaikan gagasan inovatif yang dapat diterapkan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Baca Juga: BI Ungkap Strategi Jaga Harga Pangan di Sumsel, Inflasi Melandai Meski Kemarau Mengintai

Topik yang diangkat mencakup berbagai isu strategis, mulai dari hilirisasi industri, ketahanan pangan, stabilitas harga, energi, keuangan berkelanjutan, hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.

Bank Indonesia berharap ide-ide terbaik yang terhimpun tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi mampu menjadi rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.

Sebagai agenda tahunan, Sriwijaya Economic Forum menjadi forum strategis yang mempertemukan regulator, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat untuk membahas arah pembangunan ekonomi Sumatera Selatan.

Melalui penguatan literasi, budaya riset, dan kolaborasi lintas sektor, Bank Indonesia optimistis SEF 2026 akan melahirkan rekomendasi kebijakan yang lebih aplikatif guna memperkuat ketahanan pangan, mempercepat hilirisasi, menjaga stabilitas harga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Load More