- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menggelar rangkaian The 3rd Sriwijaya Economic Forum 2026.
- Kegiatan tersebut mencakup bedah buku dan Call for Applicative Essay untuk memperkuat literasi ekonomi daerah.
- Forum ini bertujuan menghasilkan rekomendasi kebijakan aplikatif guna mendukung hilirisasi, ketahanan pangan, dan energi Sumatera Selatan.
SuaraSumsel.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat perannya sebagai thought leader dalam pembangunan ekonomi daerah melalui rangkaian The 3rd Sriwijaya Economic Forum (SEF) 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar bedah buku serta Call for Applicative Essay, sebagai ruang kolaborasi bagi akademisi, peneliti, mahasiswa, praktisi, hingga pemangku kebijakan untuk melahirkan gagasan yang dapat diimplementasikan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju SEF 2026 yang mengusung tema Sinergi Hilirisasi untuk Ketahanan Pangan dan Energi Sumatera Selatan, sekaligus memperkuat budaya riset berbasis solusi terhadap berbagai tantangan ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono mengatakan pembangunan ekonomi daerah membutuhkan rekomendasi kebijakan yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga dapat diterapkan dalam praktik.
"Kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan akademisi, peneliti, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat untuk menghasilkan gagasan yang aplikatif. Harapannya, berbagai rekomendasi yang lahir melalui SEF 2026 dapat menjadi referensi dalam mendorong transformasi ekonomi Sumatera Selatan," ujarnya.
Perkuat Literasi Ekonomi
Selain menjadi forum ilmiah, kegiatan bedah buku juga diarahkan untuk meningkatkan literasi ekonomi masyarakat sekaligus memperkaya perspektif mengenai isu-isu strategis seperti hilirisasi, ketahanan pangan, stabilitas harga, energi, dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui diskusi tersebut, peserta didorong untuk mengkritisi berbagai tantangan ekonomi sekaligus menyusun solusi yang relevan dengan kondisi Sumatera Selatan.
Essay Aplikatif untuk Kebijakan Daerah
Pada kesempatan yang sama, Bank Indonesia juga mendorong partisipasi masyarakat melalui Call for Applicative Essay. Kompetisi ini menjadi wadah bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, praktisi, hingga masyarakat umum untuk menyampaikan gagasan inovatif yang dapat diterapkan dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Baca Juga: BI Ungkap Strategi Jaga Harga Pangan di Sumsel, Inflasi Melandai Meski Kemarau Mengintai
Topik yang diangkat mencakup berbagai isu strategis, mulai dari hilirisasi industri, ketahanan pangan, stabilitas harga, energi, keuangan berkelanjutan, hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.
Bank Indonesia berharap ide-ide terbaik yang terhimpun tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi mampu menjadi rekomendasi kebijakan yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.
Sebagai agenda tahunan, Sriwijaya Economic Forum menjadi forum strategis yang mempertemukan regulator, pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat untuk membahas arah pembangunan ekonomi Sumatera Selatan.
Melalui penguatan literasi, budaya riset, dan kolaborasi lintas sektor, Bank Indonesia optimistis SEF 2026 akan melahirkan rekomendasi kebijakan yang lebih aplikatif guna memperkuat ketahanan pangan, mempercepat hilirisasi, menjaga stabilitas harga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Tag
Berita Terkait
-
BI Ungkap Strategi Jaga Harga Pangan di Sumsel, Inflasi Melandai Meski Kemarau Mengintai
-
Hari Ketiga GPR x DKG 2026 Semarak, Wadah Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif
-
Ketika Apresiasi Tak Lagi Berbunyi Receh: Cara Kreatif Bank Indonesia Membumikan Ekonomi Digital
-
QRIS Sumsel Tembus Rp14 Triliun, BI Jadikan Pariwisata dan UMKM Motor Ekonomi Digital
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar untuk Perkuat Akses Pembiayaan Perumahan
-
Nikmati Diskon 25% Produk Jus Buah Boost Pakai Promo BRI Kartu Kredit
-
Gugatan 25 Media di Palembang Tak Dapat Diterima, Hakim Nilai Perkara Prematur
-
Agus Rizal Divonis 1 Tahun 4 Bulan, Korupsi Perkimtan Palembang Rugikan Negara Rp1,68 Miliar
-
Sinergi Kilang Plaju dan R&P Sumatera Dorong Generasi Muda Jadi Agent of Change