Tasmalinda
Minggu, 12 Juli 2026 | 08:05 WIB
jangkauan provaider iim3 nternet di Palembang lebih cepat dan luas
Baca 10 detik
  • Survei APJII 2025 mencatat penetrasi internet di Sumatera Selatan telah mencapai angka 76,98 persen dari total penduduk.
  • Internet kini menjadi tulang punggung ekonomi dan penopang utama produktivitas pekerjaan serta usaha di berbagai kalangan masyarakat.
  • Tantangan utama saat ini adalah pemerataan akses di wilayah pelosok dan peningkatan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan konektivitas.

Perubahan kebutuhan masyarakat terhadap internet juga terlihat di Palembang. Konektivitas kini digunakan untuk beragam aktivitas, mulai dari komunikasi, belajar dan bekerja hingga menikmati streaming, bermain gim, membuat konten, serta memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison melalui brand Tri terus memperkuat jaringan dan pengalaman digital pelanggannya di Palembang.

Dalam kegiatan Jelajah Tri Palembang, jaringan Tri disebut telah menjangkau hampir 100 persen populasi Kota Palembang. Penguatan konektivitas itu menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap internet untuk berbagai aktivitas sehari-hari.

Head of Circle Sumatera Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, sebelumnya mengatakan kebutuhan pengguna internet terus berkembang. Masyarakat tidak lagi hanya membutuhkan koneksi untuk komunikasi dan hiburan, tetapi juga untuk menunjang produktivitas, kreativitas, gaming, hingga pemanfaatan teknologi AI.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa internet kini menjadi bagian yang semakin sulit dipisahkan dari kehidupan masyarakat perkotaan. Namun, tersedianya jaringan hanyalah awal.

Anak Muda Ditantang Bukan Hanya Terkoneksi, tapi Berkarya

Yunus menilai operator dan provider pada dasarnya berperan sebagai penyedia jaringan yang menjadi medium bagi masyarakat untuk mengakses internet. Setelah jaringan tersedia, tantangan berikutnya berada di tangan masyarakat, terutama generasi muda dan pekerja digital: bagaimana memanfaatkan konektivitas tersebut untuk menciptakan sesuatu yang bernilai.

"Operator atau provider jaringan telekomunikasi dan internet adalah sebagai penyedia jaringan, sebagai media akses untuk bisa berkomunikasi ataupun memanfaatkan layanan internet," ujarnya.

Menurut Yunus, anak muda dan pekerja digital justru ditantang untuk berkreasi dan berinovasi menciptakan berbagai konten, aplikasi, maupun layanan yang dibutuhkan masyarakat. Ia mencontohkan Gojek sebagai salah satu kreasi anak muda Indonesia yang memberikan dampak luas, tidak hanya memudahkan kehidupan masyarakat, tetapi juga membuka berbagai peluang pekerjaan.

Baca Juga: Habiskan 105 GB Data, Pekerja Lapangan Ini Andalkan IM3 Keliling Sumsel

Contoh lainnya hadir di sektor kesehatan melalui aplikasi Halodoc.

"Jadi tugas operator atau provider adalah sebagai penyedia jaringan. Masyarakat, anak muda dan pekerja digital, yang harus bisa memanfaatkannya," tegas Yunus.

Pernyataan tersebut menjadi relevan di tengah berkembangnya ekonomi digital. Kini, seseorang dapat menulis, membuat video, menjual produk, bekerja sebagai freelancer, membangun aplikasi, hingga mencari konsumen melalui internet tanpa selalu dibatasi oleh lokasi geografis.

AI Datang, Mereka yang Berhenti Belajar Berisiko Tertinggal

Perubahan diperkirakan semakin cepat dalam lima tahun mendatang. Kehadiran AI menjadi salah satu faktor yang berpotensi mengubah cara masyarakat belajar, bekerja, dan mencari penghasilan.

Yunus menilai tren saat ini telah menunjukkan arah menuju dunia yang semakin digital. Berbagai aplikasi akan semakin memudahkan aktivitas manusia, baik dalam pekerjaan maupun proses pembelajaran.

Load More