- Ardi, seorang pekerja lapangan di Sumatera Selatan, mengandalkan konektivitas internet tinggi untuk menunjang mobilitas pekerjaannya di berbagai daerah.
- Penggunaan data mencapai 105,71 GB untuk mengakses informasi, komunikasi, hingga teknologi kecerdasan buatan selama bertugas di lapangan.
- Ardi memilih layanan IM3 karena jaringan yang stabil mendukung produktivitas kerja saat melakukan perjalanan dinas lintas kabupaten.
SuaraSumsel.id - Bagi Ardi, kantor tak selalu berupa ruangan dengan empat dinding, meja kerja, dan pendingin udara. Pekerjaannya justru lebih sering membawanya berpindah dari satu daerah ke daerah lain di Sumatera Selatan.
Dari Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim hingga Lahat, mobilitas menjadi bagian dari kesehariannya. Dalam perjalanan itu, telepon genggam dan koneksi internet bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan bagian dari perlengkapan kerja yang harus selalu tersedia.
Tingginya kebutuhan Ardi terhadap konektivitas terlihat dari catatan penggunaan data di ponselnya. Berdasarkan aplikasi myIM3 yang digunakannya, konsumsi data tercatat mencapai 105,71 GB.
Bagi pekerja lapangan seperti Ardi, angka sebesar itu bukan sekadar untuk hiburan. Internet menjadi penghubung ketika pekerjaan membawanya jauh dari meja kantor dan harus tetap terhubung selama berada di berbagai daerah.
Ardi mengaku memilih IM3 untuk menunjang aktivitasnya karena berdasarkan pengalaman pribadi, jaringan yang digunakannya mampu mendukung kebutuhan selama bekerja dan melakukan perjalanan ke sejumlah wilayah di Sumsel. "Kalau untuk pekerjaan lapangan, saya sering ke daerah-daerah. Pernah ke OKI, Muara Enim, juga Lahat. Dari pengalaman saya, sinyal IM3 lebih jelas dibanding provider lain yang pernah saya pakai," ujar Ardi.
Pengalaman tersebut menjadi penting baginya. Saat pekerjaan menuntut mobilitas tinggi, kehilangan koneksi dapat menghambat komunikasi dan akses terhadap informasi yang dibutuhkan.
Paket Internet Mengikuti Ritme Pekerjaan
Sebagai pekerja lapangan, kebutuhan internet Ardi tidak selalu sama setiap hari. Karena itu, ia memilih paket sesuai dengan intensitas pekerjaan dan mobilitasnya.
Berdasarkan riwayat penggunaan di aplikasi myIM3, Ardi pernah beberapa kali menggunakan paket Freedom Internet 5 GB untuk dua hari. Saat ditemui, ia juga memiliki paket aktif Freedom Internet 9 GB untuk lima hari.
Baca Juga: Pulang ke Palembang Usai Liburan, Satu Keluarga Kecelakaan di Tol Terpeka, 4 Tewas
Pilihan paket jangka pendek tersebut memudahkannya menyesuaikan kebutuhan internet dengan aktivitas yang sedang dijalani.
Catatan penggunaan sebesar 105,71 GB juga menggambarkan betapa besar peran konektivitas dalam kehidupan seorang pekerja dengan mobilitas tinggi. Ketika harus berpindah dari satu kabupaten ke kabupaten lain, jaringan seluler menjadi penghubung antara aktivitas di lapangan dan dunia digital.
Telepon genggam tak lagi hanya digunakan untuk menelepon atau mengirim pesan. Dalam satu perangkat, pekerja kini dapat mencari informasi, berkomunikasi, mengakses berbagai layanan digital, hingga memanfaatkan perkembangan teknologi terbaru.
Saat ditemui, misalnya, Ardi terlihat menggunakan telepon genggamnya untuk mengakses Google Gemini, salah satu layanan berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pemandangan sederhana itu menunjukkan perubahan besar dalam cara masyarakat bekerja. Teknologi AI yang beberapa tahun lalu mungkin terasa jauh dari kehidupan sehari-hari kini dapat diakses langsung dari layar ponsel, selama pengguna memiliki perangkat dan koneksi internet.
Dari OKI, Muara Enim hingga Lahat
Tag
Berita Terkait
-
Pulang ke Palembang Usai Liburan, Satu Keluarga Kecelakaan di Tol Terpeka, 4 Tewas
-
Satu per Satu Dipanggil, 13 Lurah Diperiksa di Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang
-
Lahan Basah Sungai Musi dalam Catatan, Ingatan dan Rasa Taufik Wijaya
-
Transportasi Umum Palembang Dinilai Mundur, Surat Terbuka untuk Ratu Dewa: Kritik Kami Dibungkam
-
Gegara Limbah, 3 Pabrik Tahu di Palembang Disegel, Belasan Usaha Lain Jadi Sorotan
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Terekam CCTV, Pencuri Motor di Parkiran Alfamart Prabumulih Ditangkap di Ogan Ilir
-
Sumsel Dikepung 1.917 Titik Panas, Kualitas Udara Palembang Masuk Kategori Berbahaya
-
ISPA di Sumsel Tembus 52.483 Kasus, September Jadi yang Terburuk dan Kian Mengkhawatirkan
-
Indeks Udara Palembang Masih Berbahaya, Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumsel
-
8 Anak Diduga Jadi Korban Pembina Pramuka di Palembang, Kasus Terungkap Setelah 5 Tahun