- Manajemen Sumsel United resmi menunjuk M Nasuha sebagai pelatih kepala untuk mengarungi Liga 2 musim 2026/2027.
- M Nasuha diperkenalkan oleh Presiden Klub H Cik Ujang di kantor Sumsel United pada Kamis, 9 Juli 2026.
- Target utama penunjukan tersebut adalah membawa klub Laskar Juaro meraih tiket promosi ke kompetisi Liga 1 Indonesia.
SuaraSumsel.id - Nama M Nasuha kini menjadi tumpuan baru Sumsel United. Mantan pemain Timnas Indonesia itu resmi dipercaya menakhodai Laskar Juaro menghadapi Liga 2 musim 2026/2027 dengan target yang tidak main-main: promosi ke Liga 1.
Penunjukan M Nasuha sekaligus menjawab teka-teki mengenai siapa pengganti Nil Maizar di kursi pelatih Sumsel United. Dari tiga kandidat yang sempat dipertimbangkan manajemen, pilihan akhirnya jatuh kepada sosok berusia relatif muda yang sudah malang melintang di sepak bola nasional, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Presiden Klub Sumsel United, H Cik Ujang, secara resmi memperkenalkan M Nasuha di Kantor Sumsel United, Kamis (9/7/2026). "Alhamdulillah, hari ini kita mengenalkan pelatih baru Sumsel United untuk kompetisi Liga 2 musim 2026-2027," ujar Cik Ujang.
Lantas, siapa sebenarnya M Nasuha dan seperti apa perjalanan karier sosok yang kini dibebani misi membawa Sumsel United menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia tersebut?
M Nasuha, Mantan Bek Timnas Indonesia
Muhammad Nasuha bukan nama asing bagi pencinta sepak bola Indonesia. Pria kelahiran Serang, Banten, 15 September 1984 itu dikenal sebagai mantan pemain yang berposisi sebagai bek kiri dan pernah memperkuat sejumlah klub besar di Tanah Air.
Kariernya sebagai pemain membawanya membela Persikota Tangerang, Pelita Jaya, Persija Jakarta, Sriwijaya FC, hingga Persib Bandung.
Bagi publik sepak bola Sumatera Selatan, nama M Nasuha juga bukan sosok yang benar-benar baru. Ia pernah menjadi bagian dari Sriwijaya FC, klub yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Sumsel.
Nasuha juga pernah mengenakan seragam Timnas Indonesia. Namanya semakin dikenal publik saat menjadi bagian dari skuad Garuda di Piala AFF 2010.
Baca Juga: Dipilih dari 3 Kandidat, M Nasuha Resmi Latih Sumsel United dengan Satu Target Besar
Kala itu, Indonesia tampil impresif hingga menembus partai final. Nasuha bahkan mencetak gol dalam laga final leg kedua melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Pengalaman panjang sebagai pemain inilah yang kemudian menjadi salah satu modal Nasuha ketika beralih ke dunia kepelatihan.
Setelah gantung sepatu, M Nasuha melanjutkan perjalanan di dunia sepak bola sebagai pelatih. Ia pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan sejumlah klub sebelum mendapat kesempatan menangani tim sebagai pelatih kepala.
Salah satu klub yang pernah ditanganinya adalah Persiba Balikpapan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Nasuha sebelum akhirnya dipercaya memimpin Sumsel United pada musim 2026/2027.
Kendati demikian, manajemen Laskar Juaro ternyata tidak hanya melihat rekam jejaknya di lapangan. Kemampuan membangun komunikasi menjadi salah satu faktor penting yang membuat Nasuha terpilih dari tiga calon pelatih. "Jadi kemarin itu ada tiga nama pilihan calon pelatih, pilihannya ke M Nasuha. Alasannya tidak hanya muda, kita mau pelatih kepala bukan hanya bisa membawa Sumsel United ke Liga 1, kita juga mau ada komunikasi yang baik antara pelatih dan manajemen," kata Cik Ujang.
Manajemen menginginkan seorang pelatih yang terbuka untuk berdiskusi dan mampu membangun hubungan baik dalam menyusun tim yang lebih kompetitif. "Kita mau ada komunikasi yang baik, karena itu menjadi salah satu pertimbangan utama kami dalam memilih sosok pelatih. Karena kita mau pelatih yang terbuka dan bisa berdiskusi," ujarnya.
Tag
Berita Terkait
-
Dipilih dari 3 Kandidat, M Nasuha Resmi Latih Sumsel United dengan Satu Target Besar
-
Long Weekend Makin Nyaman, BSB Cash Bank Sumsel Babel Jadi Andalan Pengguna Tol dan LRT
-
Dari Juara Jadi Juru Kunci: Sriwijaya FC Terpuruk ke Liga 3, Sumsel United Justru Melaju
-
Cuma Rp25 Ribu, Kartu BSB Cash Sumsel United Ini Bisa Dipakai di LRT, Bandara sampai Tol
-
Sriwijaya FC Terpuruk di Kandang, Sumsel United Justru Pamer Kekuatan
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti
-
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia
-
Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi
-
Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan
-
4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak