Tasmalinda
Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:36 WIB
ilustrasi kebakaran rumah. Balita 2 tahun korban kebakaran di Gandus meninggal. (ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakarta Timur).
Baca 10 detik
  • Kebakaran rumah milik Rusli di Jalan Tangga Buntung, Palembang, terjadi pada Rabu, 24 Juni 2026 sekitar pukul 15.52 WIB.
  • Tiga anak terjebak saat kebakaran, satu balita meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat.
  • Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran yang diduga bersumber dari korsleting listrik atau permasalahan kompor di lokasi.

SuaraSumsel.id - Tragedi kebakaran yang melanda sebuah rumah di Jalan Tangga Buntung, Lorong Jambu, RT 29 RW 06, Kelurahan 36 Ilir, Kecamatan Gandus, Palembang, Rabu (24/6/2026), berakhir duka. Seorang balita berusia dua tahun yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kapolsek Gandus, AKP I Made Budhi Harta Kusuma, mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, api diduga berasal dari korsleting listrik, namun ada juga yang menyebut berasal dari kompor.

Peristiwa itu juga menyisakan kepanikan warga setelah tiga anak diketahui sempat terjebak di dalam rumah saat kobaran api membesar.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang, laporan kebakaran diterima pada pukul 15.52 WIB. Rumah yang terbakar diketahui milik Rusli.

Tim pemadam langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 16.00 WIB. Saat petugas datang, api telah membakar sebagian besar bangunan rumah.

Sebelum petugas tiba, warga sekitar berupaya menyelamatkan para korban. Tiga anak berhasil dievakuasi dari dalam rumah dan segera dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar serta sesak napas akibat menghirup asap.

Petugas kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan hingga kobaran api berhasil dikendalikan. Berkat penanganan cepat, api tidak sempat merembet ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi.

Namun, kabar duka datang beberapa waktu kemudian. Salah satu korban, balita berusia dua tahun, dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif akibat luka yang dideritanya.

Sementara itu, dua anak lainnya masih menjalani perawatan medis dan mendapat penanganan dari tim kesehatan.

Baca Juga: Foto Pocong Ini Sempat Bikin Warga Palembang Resah, Akhir Ceritanya Tak Disangka

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan permukiman padat.

Warga diminta rutin memeriksa instalasi listrik, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta memastikan peralatan elektronik dimatikan saat tidak digunakan.

"Kewaspadaan dan tindakan pencegahan sejak dini dapat meminimalkan risiko kebakaran serta melindungi keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar," demikian imbauan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang.

Pantauan hingga Kamis (25/6/2026), dua balita lainnya yang menjadi korban kebakaran masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Tim medis terus memberikan penanganan terhadap keduanya akibat luka bakar dan dampak menghirup asap saat terjebak di dalam rumah yang terbakar.

Hingga kini, kondisi kedua balita tersebut masih dalam pemantauan tim medis. Sementara itu, pihak kepolisian bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan rumah tersebut.

Load More