Tasmalinda
Senin, 22 Juni 2026 | 22:51 WIB
bandar narkoba tewas setelah lompat ke sungai Musi saat digerebek
Baca 10 detik
  • Seorang pria terduga bandar narkoba tewas setelah melompat ke Sungai Musi, Kecamatan Sekayu saat penggerebekan polisi berlangsung.
  • Aparat kepolisian menemukan jenazah pelaku setelah sempat kehilangan jejak akibat kuatnya arus Sungai Musi dalam proses pencarian.
  • Polisi terus mendalami jaringan narkotika tersebut untuk mengungkap keterlibatan pihak lain meskipun pelaku utama telah ditemukan meninggal dunia.

Penemuan jasad tersebut mengakhiri pencarian yang sempat menjadi perhatian warga sekitar. Sejumlah masyarakat turut menyaksikan proses evakuasi saat korban berhasil ditemukan.

Sungai Musi Memiliki Arus yang Kuat

Sungai Musi merupakan salah satu sungai terbesar di Sumatera Selatan yang dikenal memiliki arus cukup kuat, terutama ketika debit air meningkat.

Kondisi tersebut membuat sungai ini memiliki risiko tinggi bagi siapa saja yang terjatuh atau sengaja menceburkan diri ke dalamnya. Dalam berbagai kejadian sebelumnya, korban tenggelam kerap ditemukan jauh dari lokasi awal akibat terbawa arus.

Seorang warga setempat, Rudi (42), mengatakan kawasan Sungai Musi di sekitar lokasi kejadian memang dikenal memiliki arus yang cukup deras.

"Kalau kondisi air sedang pasang, arusnya deras. Orang yang terjun ke sungai tanpa alat keselamatan sangat berisiko terbawa arus," ujarnya.

Selain menangani penemuan jasad korban, aparat kepolisian masih terus mendalami kasus dugaan peredaran narkotika yang menjadi latar belakang penggerebekan tersebut.

Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba yang diduga dikendalikan Ali Imron di wilayah Musi Banyuasin dan sekitarnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa upaya melarikan diri dari proses hukum dapat berujung pada konsekuensi yang jauh lebih besar, termasuk membahayakan keselamatan diri sendiri.

Baca Juga: Hanya Karena Menegur Penyerobot Antrean Solar, Sopir Truk di Palembang Kehilangan Nyawa

Load More