- Seorang panitia kurban tenggelam saat mencuci jeroan hewan di sungai kawasan Jakabaring, Palembang, pada Rabu, 27 Mei 2026.
- Korban diduga terpeleset ke dalam sungai dan terseret arus deras ketika sedang menjalankan tugas pembersihan daging kurban.
- Proses pencarian oleh warga dan petugas berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di lokasi kejadian tersebut.
SuaraSumsel.id - Suasana penyembelihan hewan kurban di kawasan Jakabaring, Palembang, mendadak berubah menjadi duka setelah seorang panitia kurban dilaporkan tenggelam saat mencuci babat di aliran sungai, Rabu (27/5/2026).
Korban diketahui awalnya ikut membantu proses pembersihan jeroan hewan kurban bersama warga lainnya di tepi sungai yang berada tidak jauh dari lokasi penyembelihan.
Namun di tengah aktivitas tersebut, korban diduga terpeleset dan terseret arus sungai hingga akhirnya tenggelam.
Kejadian itu langsung membuat panik warga dan panitia kurban lain yang berada di lokasi. Sejumlah warga sempat berusaha melakukan pencarian secara manual sebelum akhirnya meminta bantuan petugas.
“Awalnya masih terlihat, lalu tiba-tiba hilang terbawa arus,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Suasana yang sebelumnya dipenuhi aktivitas pemotongan dan pembagian daging kurban mendadak berubah tegang. Warga berkerumun di sekitar sungai sambil berharap korban segera ditemukan.
Proses pencarian kemudian melibatkan warga dan petugas yang menyisir aliran sungai di sekitar lokasi.
Tak lama kemudian, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Tangis keluarga dan warga pecah saat jenazah korban berhasil dievakuasi dari sungai.
Baca Juga: BRI Region 4 Palembang Tebar Berkah Idul Adha, 45 Hewan Kurban Disalurkan ke Tiga Provinsi
Peristiwa tersebut langsung menyita perhatian masyarakat karena terjadi di tengah momentum Idul Adha yang identik dengan kebersamaan dan suasana penuh syukur.
Sebagian warga mengaku kejadian serupa menjadi pengingat bahwa aktivitas mencuci jeroan atau babat kurban di sungai tetap memiliki risiko, terutama ketika kondisi arus cukup dalam dan licin.
Di sejumlah wilayah, tradisi mencuci babat dan jeroan di sungai memang masih sering dilakukan masyarakat saat Idul Adha karena dianggap lebih praktis.
Namun kondisi dasar sungai yang licin, arus yang berubah, hingga kedalaman air sering kali sulit diperkirakan.
Tragedi tersebut pun memunculkan keprihatinan masyarakat di media sosial. Banyak warganet menyampaikan belasungkawa sekaligus mengingatkan pentingnya keselamatan saat beraktivitas di sungai.
Momentum kurban yang awalnya menjadi hari penuh kebahagiaan bagi warga sekitar akhirnya berubah menjadi suasana duka setelah insiden tersebut.
Berita Terkait
-
BRI Region 4 Palembang Tebar Berkah Idul Adha, 45 Hewan Kurban Disalurkan ke Tiga Provinsi
-
Video Remaja Hirup Lem di Ampera Viral, Mengapa Anak-anak Kini Mudah Terpapar Zat Adiktif?
-
Dekat Pabrik Pusri, Petani di Palembang Justru Mengeluh Pupuk Subsidi Sulit Didapat
-
Perumahan Baru di Palembang Terus Bermunculan, Kenapa Jaringan Listrik Masih Jadi Keluhan?
-
Tari Perang Menteng, Hidupkan Kembali Perlawanan Palembang Melawan Belanda di Benteng Kuto Besak
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan
-
Membaca Jongot: Hutan Warisan Suku Musi yang Menawarkan Harapan di Tengah Krisis Iklim
-
Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?
-
Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar
-
Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin