- Pemerintah meluncurkan program Car Free Day di Jembatan Ampera, Palembang, pada Minggu, 14 Juni 2026, guna menyediakan ruang publik.
- Program ini bertujuan menggerakkan roda ekonomi bagi pelaku UMKM, IKM, serta komunitas kreatif di wilayah kota Palembang.
- Keberhasilan program tersebut bergantung pada konsistensi pengelolaan serta rasa memiliki masyarakat dalam menjaga fasilitas publik yang tersedia.
SuaraSumsel.id - Ribuan warga memadati Jembatan Ampera pada Minggu (14/6/2026) pagi. Ada yang berlari, bersepeda, membawa anak-anak, hingga berburu foto di atas ikon kebanggaan Kota Palembang tersebut. Namun di balik kemeriahan peluncuran Car Free Day (CFD), tersimpan pertanyaan yang jauh lebih besar: mampukah kawasan ini berkembang menjadi ruang publik yang hidup dan menggerakkan ekonomi rakyat setiap pekan?
Pertanyaan itu mulai muncul karena banyak kota di Indonesia pernah memiliki Car Free Day yang ramai saat peluncuran, tetapi perlahan kehilangan daya tarik setelah beberapa bulan berjalan. Sebaliknya, ada pula yang berkembang menjadi magnet wisata dan pusat perputaran ekonomi baru bagi masyarakat.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru berharap CFD Ampera masuk dalam kategori kedua.
Saat meresmikan CFD dalam rangkaian HUT ke-1343 Kota Palembang, Herman Deru menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar menyediakan ruang olahraga bagi masyarakat, melainkan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi UMKM, Industri Kecil Menengah (IKM), komunitas kreatif hingga generasi muda.
“Tidak mudah untuk melaunching kegiatan ini. Pak Wali Kota selalu meng-update kondisi di lapangan. Kami terus mencari kesesuaian, apa manfaatnya dan apa mudaratnya. Ternyata progresnya selalu menunjukkan hasil yang baik,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, keberhasilan sebuah ruang publik tidak hanya diukur dari banyaknya pengunjung yang datang, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia berharap kawasan CFD Ampera nantinya menjadi ruang yang produktif bagi pelaku usaha kecil dan komunitas lokal.
“Tempat ini harus dimanfaatkan oleh UMKM, IKM, dan anak-anak muda untuk berkreasi. Di sini akan terjadi transaksi yang sehat terhadap produk-produk masyarakat sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Setiap akhir pekan, ribuan warga berpotensi berkumpul di kawasan Jembatan Ampera. Jika dikelola secara konsisten, aktivitas tersebut dapat menciptakan perputaran ekonomi yang menguntungkan pedagang kecil, pelaku usaha kuliner, komunitas kreatif hingga industri lokal.
Baca Juga: Pulang Kerja Jam 4 Pagi, Pekerja Perempuan di Palembang Dibegal dan Ditodong Senpi
Palembang juga memiliki modal yang tidak dimiliki banyak kota lain. CFD digelar di atas Jembatan Ampera, salah satu landmark paling terkenal di Indonesia yang selama ini menjadi wajah Sumatera Selatan.
Posisinya yang berada di pusat kota membuat kawasan tersebut terhubung langsung dengan Benteng Kuto Besak, Sungai Musi, Pasar 16 Ilir hingga berbagai pusat aktivitas masyarakat lainnya.
Karena itu, sejumlah kalangan menilai CFD Ampera memiliki peluang berkembang menjadi destinasi akhir pekan baru yang tidak hanya menghadirkan ruang olahraga, tetapi juga ruang ekonomi dan interaksi sosial.
Herman Deru menilai keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas publik yang ada.
“Yang lebih penting lagi adalah tumbuhnya rasa memiliki. Bukan lagi disebut aset pemerintah, tetapi aset kita bersama. Ketika rasa memiliki itu tumbuh, masyarakat akan ikut menjaga fasilitas yang ada sehingga tingkat keamanan dan kenyamanan semakin baik,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menegaskan bahwa CFD bukan sekadar menutup jalan bagi kendaraan bermotor.
Tag
Berita Terkait
-
Pulang Kerja Jam 4 Pagi, Pekerja Perempuan di Palembang Dibegal dan Ditodong Senpi
-
Car Free Day di Ampera Resmi Dimulai, Mampukah Bertahan atau Sekadar Seremonial?
-
Begal Bersenjata Kembali Hantui Palembang, Perempuan Pulang Kerja Jadi Korban, Motor Raib
-
Setelah Jakarta, Aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut' Bakal Digelar di Palembang Senin Besok
-
Ternyata Budaya Kopi Palembang Dipengaruhi Arab, India, Persia dan Tiongkok
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Detik-detik Wagub Babel Ditahan, Pakai Rompi Tahanan Merah lalu Bungkam
-
Kartu ATM Tertelan, Saldo Rp17 Juta Raib, Begini Kronologi yang Dialami Nasabah di Palembang
-
Harta Sekda Palembang Disorot Usai Didemo ke KPK, Begini Isi LHKPN Terbarunya
-
Setelah Lampung Viral, Warga Banyuasin Juga Patungan Hampir Rp1 Miliar Demi Jalan Rusak
-
BRIvolution Reignite Kian Akseleratif, Perkuat Peran Danantara dalam Mendorong Ekonomi Nasional