Tasmalinda
Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:16 WIB
Pembukaan Fesyar Sumatera di Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (5/6/2026)
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia dan Pemprov Sumatera Selatan menyelenggarakan FESyar 2026 di Palembang pada 5 Juni 2026 untuk memperkuat ekonomi syariah.
  • Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi syariah melalui sinergi serta transformasi digital regional.
  • Festival ini fokus memberdayakan UMKM halal dan pesantren sebagai pilar ekonomi melalui pemanfaatan modal sosial serta berbagai program inovatif.

Sebanyak 73 brand UMKM unggulan dari 13 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di wilayah Sumatera berpartisipasi dalam Halal Mart, menampilkan beragam produk mulai dari makanan dan minuman halal, fesyen muslim, kerajinan, hingga produk kreatif berbasis kearifan lokal.

Melalui kegiatan ini, para pelaku usaha tidak hanya mendapatkan ruang promosi, tetapi juga kesempatan memperluas jaringan bisnis, menjajaki kerja sama investasi, serta meningkatkan akses pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, pesantren juga menjadi perhatian penting dalam pengembangan ekonomi syariah. Bank Indonesia melihat pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Karena itu, penguatan ekonomi pesantren terus didorong melalui berbagai program yang menghubungkan pendidikan, kewirausahaan, dan pengembangan sektor produktif.

Tiga Model Unggulan dari Sumsel

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono mengatakan bahwa akselerasi ekonomi syariah membutuhkan sinergi yang kuat dan dukungan transformasi digital agar mampu menjawab tantangan zaman.

Menurutnya, Sumatera Selatan saat ini telah memiliki sejumlah model bisnis yang menjadi contoh pengembangan ekonomi syariah berbasis masyarakat.

Program PESAT difokuskan pada penguatan ekonomi pesantren berbasis pangan. Sementara UNGGUL mendorong optimalisasi wakaf produktif melalui pengembangan komoditas unggulan daerah. Adapun BERKAH diarahkan untuk mempercepat sertifikasi halal dan mendukung pengembangan pariwisata ramah muslim.

Ketiga program tersebut menjadi bukti bahwa ekonomi syariah tidak hanya berbicara mengenai sistem keuangan, tetapi juga menyentuh aspek produksi, distribusi, pemberdayaan masyarakat, hingga penciptaan nilai tambah ekonomi di tingkat lokal.

Baca Juga: Bank Indonesia Perkuat Literasi Syariah Lewat Pelatihan Content Creator hingga Dai Digital

Membangun Ekosistem yang Terhubung

Selama tiga hari pelaksanaan, FESyar Sumatera 2026 menghadirkan tiga pilar utama, yakni Sharia Fair, Sharia Education, dan Sharia Economic Forum.

Berbagai kegiatan digelar mulai dari pameran produk halal, business matching, seminar, pelatihan, sertifikasi nazhir wakaf, pelatihan content creator dan dai-daiyah, hingga forum diskusi yang mempertemukan pelaku industri dengan regulator.

Berbeda dengan festival pada umumnya, FESyar hadir untuk membangun ekosistem yang saling terhubung. Mulai dari pelaku usaha yang membutuhkan pasar, lembaga keuangan yang menyediakan pembiayaan, pesantren yang membangun kemandirian ekonomi, hingga generasi muda yang didorong menjadi pelaku ekonomi syariah masa depan.

Melalui sinergi tersebut, Bank Indonesia berharap ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya menjadi sektor pelengkap, tetapi berkembang menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi regional.

Di tengah perubahan ekonomi dunia yang berlangsung cepat, FESyar Sumatera 2026 menjadi pengingat bahwa kolaborasi, inovasi, dan transformasi digital adalah kunci untuk mempercepat lahirnya ekonomi syariah yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing, baik di Sumatera maupun Indonesia secara keseluruhan.

Load More