- Ratusan kendaraan mengantre panjang di SPBU Kota Pagaralam akibat kelangkaan stok Pertamax dan terbatasnya pasokan Solar.
- Lonjakan kunjungan wisatawan saat libur panjang sejak Sabtu (30/5/2026) memicu tingginya konsumsi BBM yang tidak sebanding.
- Antrean kendaraan yang meluber ke badan jalan menyebabkan hambatan lalu lintas serta menghambat mobilitas warga setempat.
SuaraSumsel.id - Libur panjang yang biasanya identik dengan perjalanan santai dan kunjungan wisata justru berubah menjadi ujian kesabaran bagi banyak pengendara di Sumatera Selatan, seperti di Kota Pagaralam.
Sejak Sabtu (30/5/2026), ratusan kendaraan terlihat mengular di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Antrean tidak hanya memenuhi area pengisian, tetapi juga meluber hingga ke badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas melambat.
Kondisi ini dipicu belum tersedianya BBM jenis Pertamax di beberapa SPBU serta terbatasnya pasokan Solar. Akibatnya, banyak pengendara yang semula ingin mengisi Pertamax terpaksa beralih ke Pertalite, sehingga antrean semakin panjang.
Pantauan di sejumlah titik menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat sudah terlihat sejak pagi dan terus berlangsung hingga sore hari. Kendaraan bergantian masuk ke area SPBU sambil menunggu pasokan BBM tersedia.
Salah seorang pengendara, Yusup, mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
Saat dirinya tiba di SPBU, stok Pertamax disebut belum tersedia dan masih dalam perjalanan distribusi. Kondisi itu membuat hampir seluruh kendaraan berpindah ke jalur Pertalite yang akhirnya dipadati antrean panjang.
Tidak hanya kendaraan pribadi, antrean panjang juga terlihat pada kendaraan berbahan bakar diesel. Mobil niaga dan kendaraan angkutan tampak memenuhi area sekitar SPBU untuk mendapatkan Solar yang pasokannya disebut terbatas.
Salah seorang pengendara mobil, Yusup, mengaku harus menunggu selama beberapa jam untuk mendapatkan BBM karena stok Pertamax belum tersedia saat dirinya tiba di lokasi.
"Saya sudah beberapa jam mengantre untuk mengisi BBM. Pertamax belum tersedia, di papan informasi tertulis pasokannya masih dalam perjalanan. Akhirnya, hampir semua kendaraan beralih ke antrean Pertalite," ujarnya.
Baca Juga: Mencekam, Kebakaran SPBU di Palembang Saat Antrean Ramai: Ini 5 Fakta yang Terungkap
Melansir sumselupdate.com-jaringan Suara.com, kondisi tersebut membuat antrean Pertalite jauh lebih panjang dibandingkan hari-hari biasa. Banyak pengendara yang semula berencana membeli Pertamax terpaksa beralih ke BBM subsidi karena tidak memiliki pilihan lain. Akibatnya, kepadatan kendaraan di jalur pengisian Pertalite meningkat signifikan sepanjang hari.
Atau jika ingin lebih hidup dan human interest:
"Saya sudah beberapa jam mengantre untuk mengisi BBM. Pertamax belum datang, di papan informasi tertulis masih dalam perjalanan. Akhirnya, semua kendaraan menumpuk di antrean Pertalite," tambah Yusup.
Ia menegaskan, kelangkaan Pertamax membuat antrean di SPBU jauh lebih panjang dari biasanya. Pengendara yang membutuhkan bahan bakar tidak punya banyak pilihan selain ikut mengantre di jalur Pertalite, sehingga antrean kendaraan terus mengular hingga keluar area SPBU.
Situasi tersebut membuat akses keluar-masuk SPBU menjadi lebih lambat. Di beberapa lokasi, kendaraan yang mengantre bahkan menutupi sebagian badan jalan sehingga pengguna jalan lain harus bergantian melintas.
Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Selatan, Pagaralam memang mengalami lonjakan aktivitas selama masa libur panjang. Kedatangan wisatawan dari berbagai daerah disebut ikut meningkatkan konsumsi bahan bakar dalam waktu bersamaan.
Berita Terkait
-
Mencekam, Kebakaran SPBU di Palembang Saat Antrean Ramai: Ini 5 Fakta yang Terungkap
-
Mengapa Kelangkaan Solar di Sumsel Terus Terulang? Demo Jadi Peringatan
-
7 Fakta Aksi Protes Kelangkaan BBM Solar di Sumsel, Massa Demo di Pertamina Patra Niaga
-
Waspada! Pertalite di Sejumlah SPBU Palembang Cepat Habis di Jam-Jam Ini
-
Aturan Baru Solar Subsidi di Palembang: 14 SPBU Hanya Buka Jam Malam, 4 Langsung Ditutup
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Jadwal Terbaru SPBU Solar di Palembang 2026, Ini Daftar Layanan 24 Jam dan Malam Hari
-
Kasus Suap Muara Enim Makin Meluas, KPK Periksa Mantan Pj Bupati hingga Kepala Bappeda
-
Baru Diangkat Jadi PPPK, Empat ASN Palembang Dipecat usai Absen Kerja Lebih dari 100 Hari
-
5 Anggota DPRD Palembang Diperiksa Kejari, Ada Apa di Balik Kasus Korupsi Lampu Jalan?
-
Pertamina EP Prabumulih Tambah Potensi Produksi Minyak 2.068 BOPD dari Sumur Baru