- Koreografer Salwa Pratiwi menampilkan tari Perang Menteng di Lawang Borotan, Palembang, pada Minggu (24/5/2026) malam.
- Pertunjukan ini mengisahkan perlawanan Kesultanan Palembang Darussalam melawan pasukan Belanda dalam Perang Menteng tahun 1819 silam.
- Karya tari kontemporer tersebut memadukan unsur bela diri tradisional dan Ratib Saman sebagai sarana edukasi sejarah lokal.
“Saya ingin menunjukkan bahwa masyarakat Palembang memiliki budaya bela diri dan strategi perang sendiri. Karena itu saya menggunakan unsur pencak keraton dan kuntau dalam koreografi,” katanya.
Menurut Salwa, penggunaan bela diri tradisional bukan sekadar unsur visual, tetapi juga bagian penting untuk memperkenalkan kembali budaya Palembang kepada generasi muda.
Pemilihan kawasan Benteng Kuto Besak sebagai lokasi pertunjukan juga memiliki hubungan erat dengan sejarah yang diangkat.
Lawang Borotan diketahui menjadi gerbang terakhir yang dilalui Sultan Mahmud Badaruddin II sebelum dibawa Belanda ke Batavia dan diasingkan ke Ternate pada 1821.
Karena itu, penonton tidak hanya menyaksikan pertunjukan tari, tetapi juga merasakan langsung ruang sejarah tempat kisah tersebut pernah terjadi.
Selain mengangkat kisah perang, pertunjukan ini juga memperlihatkan hubungan erat antara budaya, agama, dan kehidupan masyarakat Palembang pada masa Kesultanan Palembang Darussalam.
Salwa berharap karya tersebut dapat menjadi cara alternatif untuk memperkenalkan sejarah lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Banyak anak muda tahu tentang perang besar di daerah lain, tetapi belum banyak yang mengenal Perang Menteng. Padahal itu bagian penting dari sejarah Palembang,” ujarnya.
Penulis: Ariadi Damara, pegiat sosial dan budaya di Rumah Sriksetra.
Baca Juga: Slank Puji Penonton Palembang, Konser HS Hey Slank Tetap Kondusif Meski Membludak
Berita Terkait
-
Slank Puji Penonton Palembang, Konser HS Hey Slank Tetap Kondusif Meski Membludak
-
Warga Sumsel Mulai Takut Keluar Malam, Aksi Begal dan Kejahatan Jalanan Kembali Meresahkan
-
5 Fakta Ngeri Maling Bersenpi di Warung Bakso Palembang, Korban Sampai Kabur Naik Lantai Dua
-
Blackout Sumatra Nyaris Makan Korban, Mahasiswi UMP Terjebak di Lift Kampus
-
CFD Palembang Kian Ramai Setiap Pekan, Benarkah Masih Nyaman untuk Olahraga?
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?