- Polres OKU Selatan mengungkap kematian pria berinisial EA pada 24 April 2026 merupakan kasus pembunuhan, bukan amuk massa.
- Dua tersangka, J dan D, diduga merekayasa narasi pencurian kopi untuk menutupi tindak pengeroyokan yang menewaskan korban tersebut.
- Tersangka J telah ditangkap pihak kepolisian, sementara tersangka D masuk dalam daftar pencarian orang untuk proses hukum.
SuaraSumsel.id - Kasus kematian seorang pria di area perkebunan kopi Desa Kota Aman, Kecamatan Buay Runjung, Kabupaten OKU Selatan, akhirnya terungkap mengejutkan.
Peristiwa yang semula disebut sebagai aksi amuk massa terhadap terduga pencuri kopi ternyata diduga merupakan kasus pembunuhan yang sengaja direkayasa agar terlihat seperti kemarahan warga.
Fakta tersebut terungkap setelah jajaran Satreskrim Polres OKU Selatan melakukan penyelidikan mendalam terhadap kematian korban berinisial EA (46).
Korban sebelumnya ditemukan meninggal dunia di kawasan kebun kopi pada Jumat dini hari, 24 April 2026. Saat itu, beredar informasi bahwa korban tewas setelah diamuk warga karena diduga mencuri biji kopi milik masyarakat sekitar.
Namun, kecurigaan keluarga korban terhadap sejumlah kejanggalan dalam kronologi kejadian membuat kasus ini kembali diselidiki.
Kakak korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian, hingga penyidik melakukan olah TKP lanjutan, pemeriksaan saksi, hingga analisis hasil visum dan barang bukti.
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan dugaan kuat bahwa narasi amuk massa hanya dijadikan kedok untuk menutupi tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Polisi lalu menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni J (28), petani asal Desa Sugih Waras, dan D (52) yang kini masih dalam pengejaran petugas.
Tersangka J berhasil diamankan pada Sabtu (23/5/2026), sementara satu tersangka lainnya telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Baca Juga: Obligasi Daerah Disebut Bisa Selamatkan APBD, Tapi Apakah Aman untuk Sumsel?
Dalam pemeriksaan awal, tersangka J mengakui keterlibatannya bersama pelaku lain dalam pengeroyokan terhadap korban hingga tewas.
Pengakuan tersebut diperkuat dengan sejumlah barang bukti yang diamankan polisi, mulai dari senapan angin beserta puluhan peluru, sepeda motor korban, karung berisi kopi, hingga senter kepala yang diduga digunakan saat kejadian berlangsung.
Kasus ini menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana narasi “amuk massa” diduga digunakan untuk menutupi aksi kekerasan yang berujung maut.
Polda Sumsel menegaskan pihaknya akan menindak tegas segala bentuk tindakan main hakim sendiri maupun tindak kriminal yang menghilangkan nyawa seseorang.
“Kami akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan dan aksi main hakim sendiri yang mengancam nyawa masyarakat,” tegas Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.
Saat ini, penyidik masih terus melengkapi berkas perkara dan memburu satu tersangka lain yang masih melarikan diri.
Berita Terkait
-
Long Weekend Mei 2026 ke Danau Ranau? Ini Rute, Budget, dan Penginapan Terbaru yang Banyak Dicari
-
Undian Tabungan Pesirah di OKU Selatan, Warga Antusias Menabung Bersama Bank Sumsel Babel
-
Update Terbaru Banjir Bandang OKU Selatan: Longsor Hantam Permukiman, Puluhan Warga Terdampak
-
7 Fakta Kasus Pembunuhan Staf Bawaslu OKU, Pelaku Sempat Hilang dan Bersembunyi di Palembang
-
7 Fakta Kecelakaan Mencekam Bus di Ranau Tengah, 28 Penumpang Luka Usai Terguling
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Dikira Diamuk Massa karena Curi Kopi, Pria di OKU Selatan Ternyata Tewas Dikeroyok
-
Obligasi Daerah Disebut Bisa Selamatkan APBD, Tapi Apakah Aman untuk Sumsel?
-
Cadangan Minyak Baru Ditemukan di Musi Banyuasin, Produksi Pertamina Capai 1.857 Barel per Hari
-
Warga Sumsel Mulai Takut Keluar Malam, Aksi Begal dan Kejahatan Jalanan Kembali Meresahkan
-
5 Fakta Ngeri Maling Bersenpi di Warung Bakso Palembang, Korban Sampai Kabur Naik Lantai Dua