- Banjir bandang dan tanah longsor menerjang dua dusun di OKU Selatan pada Sabtu malam (28/3/2026) akibat hujan deras.
- Longsor menghantam tujuh rumah hingga rusak berat, satu tertimbun, berdampak pada 32 kepala keluarga dan satu luka.
- Pihak kepolisian dan pemerintah daerah mendirikan posko bantuan sekaligus mengevakuasi warga terdampak bencana tersebut.
SuaraSumsel.id - Bencana alam kembali mengguncang Sumatera Selatan. Banjir bandang disertai tanah longsor menerjang permukiman warga di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sabtu (28/3/2026) malam.
Peristiwa ini tidak hanya merusak rumah, tetapi juga menyisakan trauma bagi warga yang terdampak. Berikut fakta-fakta penting yang perlu diketahui:
1. Terjadi di Dua Dusun di Simpang Sender Utara
Bencana melanda Dusun 6 dan Dusun 8 Manduriang, Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT).
Wilayah ini memang dikenal memiliki kontur perbukitan yang rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi.
2. Dipicu Hujan Deras Sejak Sore Hari
Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari. Sekitar pukul 18.30 WIB, warga mulai mendengar suara gemuruh dari arah belakang permukiman, yang kemudian menjadi tanda awal terjadinya longsor.
3. Longsor Datang Lebih Dulu, Disusul Banjir Bandang
Material tanah dan pepohonan terlebih dahulu menghantam rumah warga. Tak lama berselang, sekitar pukul 20.00 WIB, banjir bandang menyusul dan memperparah kerusakan.
Baca Juga: Cerita di Balik Kiriman Uang Lebaran, Saat Bank Sumsel Babel Jaga Semua Tetap Tepat Waktu
Kombinasi dua bencana ini membuat dampak yang ditimbulkan jauh lebih besar.
4. 7 Rumah Rusak Berat, Ada yang Tertimbun
Sedikitnya tujuh rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat. Satu unit rumah bahkan tertimbun material longsor, sementara bangunan lainnya rusak akibat terjangan arus banjir yang deras.
5. 32 Kepala Keluarga Terdampak
Total ada sekitar 32 kepala keluarga yang terdampak dalam peristiwa ini. Sebagian warga terpaksa mengungsi sementara karena rumah mereka tidak lagi layak huni.
6. Satu Warga Luka, Sudah Dirawat
Berita Terkait
-
Sumsel Dikepung Bencana? Sepanjang 2025 Terjadi 284 Kejadian, Banjir Mendominasi
-
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sumsel, 10 Daerah Berisiko Longsor dan Banjir
-
OKU Selatan Kian Dilanda Banjir Bandang, Akademisi Lingkungan Kritisi Alih Fungsi Hutan
-
6 Warga Terseret Banjir Bandang di OKU Selatan Sumsel, 5 Masih Dicari
-
Kabar Duka, Banjir Bandang OKU Selatan Sumsel Sebabkan Tiga Korban Jiwa
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota