- Kecelakaan bus Mitsubishi terjadi pada Sabtu sore (28/3/2026) di Jalan Raya Pusri, Ranau Tengah, OKU Selatan.
- Bus yang mengangkut 28 penumpang tersebut terguling diduga karena tidak kuat menanjak di medan jalan ekstrem.
- Seluruh penumpang bus dilaporkan mengalami luka-luka, tiga di antaranya dikategorikan luka berat dan dirawat.
SuaraSumsel.id - Kecelakaan bus terjadi di wilayah Ranau Tengah, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, dan menyebabkan puluhan penumpang mengalami luka-luka.
Insiden ini terjadi pada Sabtu (28/3/2026) sore dan langsung mendapat penanganan dari aparat kepolisian. Berikut fakta-fakta penting yang dihimpun dari laporan resmi kepolisian:
1. Kecelakaan Terjadi Sore Hari
Peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Raya Pusri, tepatnya di Desa Pusri, Kecamatan BPR Ranau Tengah.
2. Bus Angkut 28 Penumpang
Bus jenis Mitsubishi Micro Bus dengan nomor polisi BE 7403 BU membawa total 28 penumpang saat kejadian.
3. Semua Penumpang Mengalami Luka
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun seluruh penumpang mengalami luka-luka dengan tingkat yang berbeda.
4. Tiga Orang Luka Berat
Dari total korban, tiga penumpang dilaporkan mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan.
5. Korban Dievakuasi ke Puskesmas
Korban luka berat langsung dilarikan ke Puskesmas BPR Ranau Tengah untuk penanganan medis lebih lanjut.
6. Penyebab Diduga Tak Kuat Menanjak
Menurut keterangan polisi, kecelakaan terjadi saat bus melintas di jalan menanjak dan menikung.
Bus diduga tidak kuat menanjak, kemudian kehilangan kendali, mundur, dan akhirnya terguling di badan jalan.
Baca Juga: Baru Maret Sudah 31 C dan Menyengat, BMKG Ungkap Sinyal Awal Kemarau 2026 di Sumsel
7. Polisi Langsung Lakukan Evakuasi
Petugas Satlantas Polres OKU Selatan langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi korban serta mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan.
Selain faktor kendaraan, kondisi jalan di kawasan Ranau Tengah yang menanjak, berkelok, dan cukup ekstrem juga diduga menjadi faktor yang memperbesar risiko kecelakaan.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa jalur perbukitan seperti di kawasan Danau Ranau memiliki tingkat risiko tinggi, terutama bagi kendaraan dengan muatan penuh.
Pengemudi diimbau untuk memastikan kondisi kendaraan prima serta berhati-hati saat melintasi jalan menanjak dan berkelok.
Berita Terkait
-
5 Fakta Bus PO Anugrah Terguling di Gumay Talang Lahat, Puluhan Penumpang Dievakuasi
-
Baru Pulang dari Tanah Suci, Ini Kronologi Bus Umrah Terguling di Muba Tewaskan 4 Orang
-
Baru Pulang Umrah, Bus Rombongan Terguling di Muba: 4 Tewas, 10 Luka, Ini 7 Faktanya
-
Tragedi Bus Jemaah Umrah Terguling di Muba: 4 Tewas, 10 Luka, Ini Kronologi Lengkapnya
-
Sopir Bus Study Tour SDN 1 Harisan Jaya Masih Kabur Setelah Kecelakaan Maut
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Kotak Amal Masjid Bergiliran Dibobol, Uang Sedekah Jamaah Jadi Incaran Pencuri di Lahat
-
Sumur Minyak Rakyat Ilegal di Muba Kembali Terbakar, Kenapa Kebakaran Terus Berulang?
-
Detik-detik Pajero Terbakar di Tol Kayuagung-Palembang, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya
-
Update Harga Emas Hari Ini, Antam 1 Gram Rp2,66 Juta, Perhiasan Tembus Rp14,7 Juta per Suku
-
Peserta Latsarmil Koperasi Merah Putih Asal Baturaja Meninggal, Disebut Alami Henti Jantung