- Pemadaman listrik massal di wilayah Sumatra memicu kekhawatiran serius terkait ketahanan sistem transmisi dan jaringan kelistrikan nasional Indonesia.
- IESR mendesak pemerintah melakukan investigasi independen serta transparansi data untuk mengungkap akar masalah sistemik di balik gangguan tersebut.
- Keterlambatan penyelesaian proyek transmisi 500 kV membuat sistem kelistrikan Sumatra terlalu bergantung pada jaringan transmisi 275 kV yang rentan.
SuaraSumsel.id - Pemadaman listrik massal yang melanda sebagian besar wilayah Sumatra (blackout Sumatera) memunculkan pertanyaan besar soal ketahanan sistem kelistrikan nasional. Gangguan yang awalnya disebut dipicu sambaran petir dan cuaca buruk dinilai tidak cukup menjelaskan mengapa listrik bisa padam hingga lintas provinsi.
Sejumlah ahli energi menilai blackout besar seperti yang terjadi di Sumatra menunjukkan adanya persoalan lebih serius pada sistem transmisi dan ketahanan jaringan listrik.
Chief Executive Officer (CEO) Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan dalam sistem kelistrikan modern, gangguan pada satu jalur transmisi seharusnya tidak berkembang menjadi pemadaman regional yang berdampak pada jutaan pelanggan sekaligus.
“Kita tidak bisa berhenti pada penjelasan bahwa gangguan disebabkan oleh petir atau cuaca buruk. Pertanyaan mendasarnya adalah mengapa satu gangguan dapat berkembang menjadi pemadaman luas lintas provinsi,” ujar Fabby.
Menurutnya, cuaca ekstrem mungkin hanya menjadi pemicu awal, sementara akar masalah sebenarnya bisa berkaitan dengan lemahnya redundansi jaringan transmisi, bottleneck sistem, minimnya cadangan daya, hingga lemahnya sistem proteksi dan pengendalian grid.
Sistem Listrik Sumatra Dinilai Masih Rentan
IESR menilai peristiwa blackout ini menjadi alarm serius bagi sistem ketenagalistrikan Indonesia, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan listrik nasional.
Saat ini, kebutuhan listrik terus meningkat seiring pertumbuhan kendaraan listrik, industri, pusat data, hingga pengembangan energi baru terbarukan seperti PLTS.
Tanpa penguatan jaringan transmisi dan distribusi listrik, risiko blackout besar disebut bisa kembali terjadi.
Baca Juga: Tagihan Listrik PLN Membengkak di Palembang Saat Cuaca Panas? Begini Cara Menghematnya
“Tanpa penguatan jaringan listrik, risiko pemadaman besar dapat meningkat dan menurunkan kepercayaan investor terhadap transformasi energi Indonesia,” kata Fabby.
PLN Diminta Transparan
Dalam kasus blackout Sumatra ini, IESR mendesak pemerintah dan Kementerian ESDM melakukan investigasi teknis mendalam secara independen dengan melibatkan pakar non-pemerintah.
Investigasi tersebut dinilai penting untuk mengetahui penyebab langsung, faktor pemicu, hingga akar masalah sistemik dari pemadaman listrik massal tersebut.
IESR juga meminta hasil investigasi diumumkan secara terbuka kepada publik agar menjadi bahan evaluasi perbaikan sistem ketenagalistrikan nasional.
Selain itu, PLN juga diminta memberikan kompensasi kepada pelanggan terdampak sesuai aturan Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) Kementerian ESDM.
Berita Terkait
-
Tagihan Listrik PLN Membengkak di Palembang Saat Cuaca Panas? Begini Cara Menghematnya
-
Cek Daftarnya di Sini! Ini 11 Wilayah Gardu Induk Penyebab Palembang Blackout Malam Ini
-
Palembang Gelap Gulita! Pemadaman Listrik Massal Landa Belasan Gardu Induk Malam Ini
-
Daftar Kawasan di Palembang yang Mengalami Mati Lampu Hari Ini, Ada Wilayahmu?
-
Daftar SPKLU Sumbagsel 2026: 64 Lokasi Charger di Sumsel, Jambi & Bengkulu Didukung Listrik Andal
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
BRI KKB Expo 2026: Kesempatan Beli Mobil Baru dengan Promo Spesial
-
Terima Uang Palsu Bisa Bikin Rugi, BI Sumsel Tegaskan Tak Bisa Diganti Meski Korban
-
BRI Region 4 Palembang Salurkan Bantuan ke Enam Gereja, Perkuat Kepedulian dan Toleransi
-
PTBA Cetak Mekanik Muda Siap Industri, Lulusan Basic Mechanic Course Ring 1 Tanjung Enim Dikukuhkan
-
Viral Minta Uang ke Sopir Pakai Seragam Polisi, Eks Bripka di Lubuk Linggau Ditangkap