- Event Masak Tepi Sungai 2026 akan digelar di Kampung Perigi, Palembang, pada 20 hingga 21 Juni mendatang.
- Kegiatan ini mengangkat tema Kopi dan Roti untuk memperkenalkan sejarah panjang budaya minum kopi masyarakat lokal Palembang.
- Acara bertujuan melestarikan warisan budaya serta mengenalkan identitas sejarah kota melalui diskusi tradisi kopi dan kuliner khas.
Karena itu, tema “Kopi & Roti” dipilih untuk memperlihatkan hubungan unik antara dua kuliner tersebut di Palembang.
“Setiap komunitas punya jenis roti favoritnya sendiri untuk teman minum kopi. Itu bagian dari kekayaan budaya kita,” ujar Rahma.
Acara nanti juga menghadirkan pelaku tradisi, pengusaha kopi, hingga pegiat kuliner yang akan berdiskusi tentang perkembangan budaya kopi Palembang.
Hal lain yang membuat event ini menarik adalah lokasi penyelenggaraannya.
Kampung Perigi bukan sekadar kampung tua biasa. Kawasan tersebut memiliki hubungan sejarah dengan Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno.
Dalam catatan panitia, seorang pedagang kopi bernama Karim Azharie pernah menyediakan rumahnya di Lorong Tangga Raja, Perigi, sebagai tempat Bung Karno beristirahat ketika datang ke Palembang pada 1942.
Pada 2008, Presiden Megawati Soekarnoputri bahkan sempat berkunjung ke rumah tersebut untuk mengenang masa perjuangan ayahnya di Palembang.
Kampung Perigi dipilih karena masih mempertahankan suasana autentik Palembang lama.
Di kawasan itu masih terdapat rumah rakit, rumah limas, rumah gudang, hingga rumah baghi yang sebagian akan digunakan sebagai lokasi diskusi selama acara berlangsung.
Baca Juga: Di Tengah Dinamika Gugatan terhadap Media di Sumsel, AJI Palembang Tekankan Pemahaman Sengketa Pers
Tradisi yang Mulai Hilang
Selain kopi, Masak Tepi Sungai juga ingin mengangkat keberadaan “panggung”, sebutan bagi juru masak tradisional Palembang yang kini mulai jarang ditemukan.
Tak hanya itu, Kampung Perigi juga masih dihuni para perajin songket, pembuat perahu getek, pengrajin aluminium, hingga pembuat lidi nipah.
“Masak Tepi Sungai bukan cuma soal makan. Kami ingin orang datang, melihat kampung tua Palembang, mengenal tradisinya, lalu ikut menjaga warisan budayanya,” katanya.
Berita Terkait
-
Di Tengah Dinamika Gugatan terhadap Media di Sumsel, AJI Palembang Tekankan Pemahaman Sengketa Pers
-
5 Sepatu Lari yang Paling Nyaman Dipakai di Aspal Palembang, Bikin Kaki Nggak Cepat Pegal
-
Pomdam Sriwijaya Ungkap Kasus Penembakan di THM Panhead Palembang, Sertu MRR Ditangkap
-
Apa Motif Sertu MRR Tembak Pratu Ferischal? Fakta Hubungan Keduanya Terungkap Sebelum Penembakan
-
Kronologi Lengkap Penembakan Pratu Ferischal di THM Panhead, Cekcok Berujung Tembakan Maut
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Api Melalap 10 Hektare Lahan di Dekat Tol Palindra, Manggala Agni Turun hingga Dini Hari
-
PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau
-
Sidang Korupsi Disperkimtan Palembang Bongkar Dugaan Potongan 51 Persen Dana Proyek
-
Sidang Hampir Rampung, Keberadaan Buronan Pasar Cinde Aldrin Tando Masih Misterius
-
Pertamax Turbo Turun, Tapi Pertamax Tetap, Akankah Antrean BBM di Sumsel Berkurang?