- Indonesia sangat bergantung pada impor LPG dengan angka ketergantungan nasional mencapai 80 persen dari total kebutuhan.
- PT Bukit Asam Tbk mengembangkan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
- Proyek DME bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi beban subsidi dan devisa negara secara signifikan.
SuaraSumsel.id - Ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG ternyata masih sangat tinggi. Bahkan, sekitar 80 persen kebutuhan gas LPG nasional masih dipasok dari luar negeri.
Situasi ini membuat pemerintah dan industri energi nasional mulai mencari solusi jangka panjang agar Indonesia tidak terus bergantung pada energi impor. Salah satu langkah yang kini kembali menjadi sorotan ialah pengembangan Dimethyl Ether (DME), bahan bakar alternatif pengganti LPG yang diproduksi dari hilirisasi batu bara.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, menjadi salah satu perusahaan yang mendorong percepatan proyek tersebut melalui pengembangan DME di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
Proyek ini digadang-gadang bukan hanya menjadi proyek industri biasa, tetapi juga bagian penting dari strategi ketahanan energi nasional.
CEO/Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Roeslani, mengatakan pengembangan DME menjadi langkah strategis untuk menekan ketergantungan impor LPG.
“Pengembangan DME di Tanjung Enim menjadi langkah penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG yang saat ini masih mencapai sekitar 80 persen dari kebutuhan nasional,” ujarnya.
Selama ini, tingginya impor LPG dinilai memberi tekanan besar terhadap devisa negara dan subsidi energi pemerintah. Karena itu, pengembangan energi alternatif berbasis sumber daya dalam negeri mulai dipandang sebagai kebutuhan mendesak.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, menegaskan proyek DME bukan sekadar hilirisasi batu bara biasa.
Menurutnya, proyek tersebut berkaitan langsung dengan upaya memperkuat kedaulatan energi Indonesia sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional.
Baca Juga: Apa Itu DME? Energi Pengganti LPG dari Batu Bara yang Kini Dikembangkan di Sumsel
“Proyek ini juga sejalan dengan Asta Cita, khususnya dalam memperkuat kedaulatan energi, mendorong industrialisasi nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta menciptakan lapangan kerja yang produktif dan berkelanjutan,” jelas Arsal.
DME sendiri merupakan bahan bakar alternatif yang memiliki fungsi mirip LPG dan dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun sektor produktif.
Selain mengurangi impor, proyek ini juga diyakini dapat memberi dampak ekonomi besar, mulai dari pembukaan lapangan kerja hingga tumbuhnya industri pendukung di daerah.
Komisaris Utama MIND ID, Fuad Bawazier, menyebut proyek DME memiliki manfaat besar bagi negara meski tidak seluruhnya terlihat dalam laporan keuangan perusahaan.
“Banyak keuntungan negara dari proyek ini yang tidak dapat dicatat dalam pembukuan korporasi,” katanya.
Dengan dukungan pemerintah dan sinergi sejumlah BUMN, proyek DME di Tanjung Enim kini diharapkan menjadi salah satu fondasi baru dalam memperkuat ketahanan energi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Berita Terkait
-
Apa Itu DME? Energi Pengganti LPG dari Batu Bara yang Kini Dikembangkan di Sumsel
-
Hilirisasi Batu Bara dari Sumsel Dimulai, Bisakah Ini Akhiri Ketergantungan LPG Impor?
-
Tak Mau Cuma Jual Mentah, BI Sumsel Siapkan Jurus Baru Dongkrak Ekonomi Daerah
-
PTBA dan BKMT Muara Enim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Kelas Kreasi Vol 7
-
PT Bukit Asam Tbk Resmikan SAKA Ombilin Heritage Hotel untuk Dorong Ekonomi Berkelanjutan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Siap Optimalkan Likuiditas dari Dana SAL untuk Perkuat Kredit Produktif
-
Sebulan Beroperasi, KA Rajabasa Ekonomi Premium Layani 66.521 Penumpang, Hubungkan Sumsel-Lampung
-
Kasus Korupsi Lampu Jalan Palembang Merembet, Wali Kota dan Wawako Bisa Diperiksa
-
Ketimpangan Sumsel Makin Rendah, Tapi Jurang Pengeluaran Kota dan Desa Masih Terasa
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Tapi 870 Ribu Warga Masih Hidup di Bawah Garis Miskin