- PT Bukit Asam dan Pertamina mengolah batu bara di Sumatera Selatan menjadi DME sebagai alternatif gas LPG rumah tangga.
- Pemanfaatan DME bertujuan mengurangi ketergantungan impor LPG guna memperkuat ketahanan energi nasional serta mengoptimalkan sumber daya alam.
- Pemerintah akan menerapkan transisi penggunaan DME secara bertahap melalui penyediaan infrastruktur serta edukasi masyarakat terkait penyesuaian peralatan kompor.
SuaraSumsel.id - Istilah DME mulai sering terdengar seiring dimulainya proyek hilirisasi batu bara di Sumatera Selatan. Di tengah pembahasan energi nasional, banyak orang bertanya-tanya: apa sebenarnya DME, dan benarkah ia bisa menggantikan LPG yang selama ini digunakan sehari-hari?
DME atau dimethyl ether adalah bahan bakar berbentuk gas yang secara karakteristik mirip dengan LPG. Karena kemiripan inilah, DME disebut-sebut dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga seperti memasak. Bedanya, jika LPG selama ini masih banyak bergantung pada impor, DME justru bisa diproduksi dari sumber daya dalam negeri, khususnya batu bara kalori rendah yang jumlahnya melimpah.
Pengembangan DME di Sumatera Selatan dianggap sebagai bagian dari langkah besar hilirisasi energi. Batu bara yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini diolah menjadi produk bernilai tambah. Dalam proyek ini, PT Bukit Asam Tbk berperan sebagai penyedia bahan baku, sementara distribusinya nanti akan melibatkan Pertamina Patra Niaga agar dapat menjangkau masyarakat luas.
Kehadiran DME dikaitkan dengan tidak lepas dari persoalan lama yang dihadapi Indonesia, yakni ketergantungan terhadap impor LPG. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada anggaran negara melalui subsidi energi, tetapi juga membuat pasokan rentan terganggu. Dalam situasi tertentu, masyarakat bahkan pernah merasakan kelangkaan.
Di sinilah DME diposisikan sebagai solusi. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, Indonesia diharapkan bisa mengurangi impor, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Bagi daerah seperti Sumatera Selatan, langkah ini juga membuka peluang ekonomi baru karena tidak lagi hanya menjual bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk energi.
Penggunaan DME tidak serta-merta langsung menggantikan LPG. Prosesnya akan dilakukan bertahap. Selain membutuhkan kesiapan infrastruktur, penggunaan DME juga memerlukan penyesuaian pada peralatan rumah tangga seperti kompor. Edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting agar transisi ini berjalan aman dan efektif.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, bahkan melihat proyek ini sebagai jawaban atas persoalan energi yang pernah dirasakan masyarakat, terutama saat pasokan LPG terganggu. Menurutnya, pengembangan energi alternatif seperti DME bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
DME dinilai sebagai menjadi bagian dari upaya panjang Indonesia untuk lebih mandiri, mengurangi ketergantungan pada impor, dan memanfaatkan kekayaan alam secara lebih optimal.
Bagi masyarakat, yang terpenting bukan hanya memahami apa itu DME, tetapi bagaimana kehadirannya nanti bisa membuat energi lebih mudah diakses, lebih stabil, dan lebih terjangkau dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Hilirisasi Batu Bara dari Sumsel Dimulai, Bisakah Ini Akhiri Ketergantungan LPG Impor?
Tag
Berita Terkait
-
Hilirisasi Batu Bara dari Sumsel Dimulai, Bisakah Ini Akhiri Ketergantungan LPG Impor?
-
PTBA dan BKMT Muara Enim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Kelas Kreasi Vol 7
-
PT Bukit Asam Tbk Resmikan SAKA Ombilin Heritage Hotel untuk Dorong Ekonomi Berkelanjutan
-
Langkah Nyata PTBA Pulihkan Trauma dan Sekolah Rusak Pascabanjir di Sumatera
-
Perkuat Komitmen SDGs, PTBA Gelar Khitanan Gratis untuk 500 Anak di Ring 1
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?