- Pelaksanaan Car Free Day tahap II di Palembang kini dinilai lebih tertib melalui pengawasan ketat petugas di lapangan.
- Penutupan jalan utama selama kegiatan CFD menghambat mobilitas pekerja harian serta memicu kemacetan di jalur alternatif kota.
- Pemerintah kota diminta mengevaluasi lokasi kegiatan agar tidak mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas di jalan utama.
Meski pengaturan dinilai lebih baik, kritik tetap muncul karena lokasi CFD menggunakan jalan utama penghubung kawasan ulu dan ilir.
Penutupan jalur vital ini dinilai mengganggu aktivitas warga yang tetap bekerja. “Jalan utama apalagi penghubung ulu dan ilir, jadi susah lah,” tambah keluh warga.
Seiring meningkatnya keluhan, muncul dorongan agar CFD dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif seperti Jakabaring Sport City.
Kawasan tersebut dinilai lebih siap dari sisi fasilitas tanpa mengganggu lalu lintas utama kota. “Suruh ke Jakabaring saja, sekalian jadi tempat olahraga dan kuliner,” tulis warganet.
Meski menuai kritik, pemerintah tetap berharap CFD dapat menjadi ruang positif bagi masyarakat.
Agus Supriyanto menegaskan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk mendorong gaya hidup sehat.
“Harapan kita, CFD ini bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan positif, seperti jogging dan aktivitas sehat lainnya, sehingga menciptakan suasana kota yang lebih segar dan nyaman,” katanya.
CFD tahap II memang lebih tertib. Namun bagi sebagian warga, persoalan utama belum terjawab.
Di satu sisi, ada kebutuhan akan ruang publik yang sehat. Di sisi lain, ada realitas ekonomi yang tidak bisa berhenti, bahkan di hari Minggu.
Kini, publik menunggu langkah selanjutnya dari pemerintah kota, apakah akan mengevaluasi rute, mempersempit area, atau mencari solusi yang lebih ramah bagi semua pihak.
Baca Juga: PT KAI Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun Kertapati saat CFD Ampera Minggu Pagi
Berita Terkait
-
PT KAI Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun Kertapati saat CFD Ampera Minggu Pagi
-
Jembatan Ampera Ditutup Saat CFD Palembang Besok, Meluas ke Jakabaring: Ini Rute Alternatifnya
-
Pemprov Sumsel-Bank Sumsel Babel Gelar Pesta Rakyat UMKM dan Undian Super Grand Prize
-
Mengapa Makan Pempek Harus Pakai Tangan? Filosofi 'Wong Kito' yang Belum Banyak Diketahui
-
Tangis Pecah Saat Penangkapan di Kertapati, Tersangka Pembunuhan Bersimpuh Cuci Kaki Ibu
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Kejati Tegaskan Perbankan Tidak Menikmati Dana Ilegal, Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Sudah Kembali
-
BRILink Agen Bisa Dapat Reward dari BRI, Begini Caranya
-
BRI Hadirkan Program Reward Emas bagi BRILink Agen yang Sukses Tingkatkan Pengguna BRImo
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama