Tasmalinda
Minggu, 03 Mei 2026 | 13:20 WIB
car free day di jembatan Ampera Palembang
Baca 10 detik
  • Pelaksanaan Car Free Day tahap II di Palembang kini dinilai lebih tertib melalui pengawasan ketat petugas di lapangan.
  • Penutupan jalan utama selama kegiatan CFD menghambat mobilitas pekerja harian serta memicu kemacetan di jalur alternatif kota.
  • Pemerintah kota diminta mengevaluasi lokasi kegiatan agar tidak mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas di jalan utama.

SuaraSumsel.id - Pelaksanaan Car Free Day (CFD) tahap II di Palembang mulai menunjukkan perubahan. Penataan lebih rapi, pengawasan diperketat, dan arus pejalan kaki terlihat lebih tertib dibanding uji coba sebelumnya.

Namun di balik perbaikan itu, suara keluhan justru masih disampaikan warga yang tetap bekerja di hari Minggu, seperti pengemudi ojek online. Bagi mereka, CFD bukan sekadar ruang olahraga, tetapi juga hambatan dalam mencari nafkah.

Keluhan warga ramai bermunculan di media sosial. Salah satunya menyuarakan dampak langsung CFD terhadap pekerja harian.

“Kasian laki aku setiap hari Minggu dinas pagi lantak CFD ini. Kami hari Minggu masih cari makan.”
Ungkapan itu menggambarkan realitas sebagian warga yang tidak bisa menikmati hari bebas kendaraan karena tetap harus bekerja demi penghasilan.

Penutupan ruas jalan utama membuat mobilitas terbatas. Dampaknya terasa bagi pengemudi ojek online.

Rute perjalanan menjadi lebih panjang, waktu tempuh meningkat, dan order berkurang.

“Ini jalan umum, jadi susah yang kerja ojol cari uang,” tulis warganet lain.

Bagi pekerja sektor informal, kondisi ini langsung berimbas pada pendapatan harian.

Meski dinilai lebih tertib, persoalan kemacetan belum sepenuhnya hilang. Arus kendaraan yang dialihkan ke jalur alternatif masih menimbulkan kepadatan di sejumlah titik.

Baca Juga: PT KAI Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun Kertapati saat CFD Ampera Minggu Pagi

“Sudah tiga kali percobaan masih macet, artinya program ini belum bagus,” tulis komentar yang ramai dibagikan.
Kondisi ini memicu perdebatan antara manfaat CFD dan dampaknya terhadap lalu lintas kota.

Di sisi lain, pemerintah menilai pelaksanaan tahap kedua ini mengalami perbaikan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang, Agus Supriyanto, mengatakan bahwa uji coba kali ini difokuskan untuk meminimalisir kemacetan.

“Uji coba kedua ini kita fokus meminimalisir potensi kemacetan. Petugas dari Dishub, Satpol PP bersama pihak kepolisian, serta didukung kecamatan dan kelurahan, kita turunkan langsung di lapangan,” ujarnya.

Menurut Agus, lebih dari 100 personel Dishub disebar di sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan Musi VI, Musi IV, Jembatan Ampera hingga titik-titik rawan kepadatan lainnya.

“Walaupun arus terpantau padat, namun tetap bisa terurai dengan baik berkat pengaturan yang maksimal,” tambahnya.

Load More