- Rumah Limas di Sumatera Selatan menggunakan arsitektur tradisional panggung untuk menciptakan sirkulasi udara alami yang menyejukkan ruangan.
- Penggunaan material kayu serta desain atap curam mampu menstabilkan suhu internal tanpa memerlukan perangkat pendingin ruangan modern.
- Prinsip bangunan berkelanjutan pada Rumah Limas kini diadopsi arsitek modern untuk menciptakan hunian hemat energi dan ramah lingkungan.
Berbeda dengan rumah modern yang banyak menggunakan beton dan kaca, rumah limas dibangun dari material alami seperti kayu. Secara ilmiah, material ini memiliki sifat termal yang berbeda.
Kayu mampu menyerap panas lebih lambat dan melepaskannya secara bertahap. Hal ini membuat suhu di dalam ruangan lebih stabil.
Dalam kajian arsitektur tropis, material alami juga memungkinkan pertukaran udara mikro, sehingga bangunan tidak menjadi “kedap” seperti rumah modern.
Rumah Modern Justru Lebih Boros Energi
Sebaliknya, banyak rumah modern dirancang dengan minim ventilasi alami. Bangunan dibuat rapat demi estetika atau keamanan, tetapi justru menghambat aliran udara.
Akibatnya, penggunaan AC menjadi kebutuhan utama.
Dalam studi lingkungan binaan, disebutkan bahwa sebagian besar energi dalam bangunan modern digunakan untuk menciptakan kenyamanan termal, terutama melalui sistem pendingin udara. Hal ini berdampak langsung pada konsumsi listrik yang tinggi.
Di sinilah letak perbedaan mendasar: rumah limas mengandalkan desain, sementara rumah modern mengandalkan teknologi.
Meski tidak semua elemen rumah limas bisa diterapkan secara langsung, prinsip dasarnya sangat relevan untuk hunian modern.
Baca Juga: Rayakan HUT Sumsel, Tamu Wyndham Opi Palembang Bisa Nikmati Hidangan Gratis Ini
Beberapa konsep yang mulai diadopsi kembali antara lain:
- Bukaan silang untuk aliran udara
- Plafon tinggi agar panas tidak terperangkap
- Penggunaan material alami
- Ruang terbuka sebagai jalur sirkulasi
Pendekatan ini sejalan dengan konsep arsitektur berkelanjutan atau green building, yang menekankan efisiensi energi dan kenyamanan alami.
Rumah limas membuktikan bahwa solusi terhadap panas sebenarnya sudah ada sejak lama. Desainnya adalah hasil adaptasi terhadap lingkungan tropis selama ratusan tahun.
Di tengah isu perubahan iklim dan krisis energi, konsep seperti ini justru kembali relevan. Rumah modern tidak harus sepenuhnya bergantung pada AC jika mampu mengadopsi prinsip-prinsip dasar dari arsitektur tradisional.
Apa yang dulu dianggap kuno, kini justru menjadi inspirasi masa depan.
Tag
Berita Terkait
-
Rayakan HUT Sumsel, Tamu Wyndham Opi Palembang Bisa Nikmati Hidangan Gratis Ini
-
Diduga Razia Tanpa Surat Picu Tabrakan 3 Truk di Palembang, Belasan Petugas Dishub Diperiksa
-
Tak Sekadar Demo, 7 Tuntutan Buruh di Palembang Ini Bisa Ubah Gaji dan Masa Depan Pekerja
-
Proyek Rumah Limas Tak Pernah Ada, ASN Palembang Didakwa Tipu Korban Rp233 Juta
-
Bukan Sekadar Gambar di Uang Rp10 Ribu, Begini Kisah Rumah Limas yang Jadi Ikon Palembang
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Golkar Sumsel Bersiap Gelar Musda, Mampukah Partai Kembalikan Kekuatan Politiknya?
-
Semen Baturaja Ubah Sampah Jadi Bahan Bakar, Perkuat Ketahanan Energi Industri
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan dan Hadirkan Akad Massal 62 Ribu KPR FLPP
-
Detik-detik Wagub Babel Ditahan, Pakai Rompi Tahanan Merah lalu Bungkam
-
Kartu ATM Tertelan, Saldo Rp17 Juta Raib, Begini Kronologi yang Dialami Nasabah di Palembang