- Bank Indonesia menggelar edukasi keuangan LIKE IT 2026 di Universitas Sriwijaya, Palembang, pada Kamis, 16 April 2026.
- Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas literasi keuangan generasi muda agar tidak berinvestasi berdasarkan tren atau FOMO.
- Literasi keuangan yang baik diharapkan menciptakan investor muda yang rasional demi memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional.
SuaraSumsel.id - Fenomena meningkatnya minat investasi di kalangan anak muda Indonesia kian menjadi sorotan. Di tengah tren berburu cuan lewat saham, reksa dana, hingga berbagai instrumen investasi digital, Bank Indonesia mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam keputusan finansial yang emosional dan hanya mengikuti tren sesaat.
Peringatan itu disampaikan dalam kegiatan Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 Series #1 yang digelar di Graha Sriwijaya, Universitas Sriwijaya, Palembang, Kamis (16/4/2026).
Mengusung tema “Dari Literasi Menuju Investasi, Bangun Masa Depan Mulai Hari Ini”, kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian nasional edukasi keuangan yang digelar Bank Indonesia bersama Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan.
Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia, Arief Rachman, menegaskan bahwa keputusan investasi tidak boleh didasarkan pada fear of missing out (FOMO) atau rasa takut ketinggalan tren.
“Jangan sampai keputusan investasi hanya didasarkan pada tren sesaat atau fear of missing out (FOMO). Investasi tanpa pemahaman bukanlah peluang, tetapi justru dapat menjadi risiko,” ujar Arief.
Ia menjelaskan, saat ini lebih dari 54 persen investor di pasar modal Indonesia merupakan generasi muda berusia di bawah 30 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan anak muda bukan lagi sekadar calon investor, melainkan telah menjadi pelaku utama dalam pasar keuangan nasional.
Namun, Arief mengingatkan bahwa pertumbuhan jumlah investor muda harus diimbangi dengan kualitas literasi keuangan yang memadai.
Menurutnya, tingkat inklusi keuangan nasional saat ini telah mencapai 80,51 persen, sementara tingkat literasi keuangan baru berada di angka 66,46 persen.
Angka tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat yang telah menggunakan layanan keuangan, tetapi belum sepenuhnya memahami manfaat, risiko, serta cara penggunaannya secara optimal.
Baca Juga: Gen Z Pilih Kripto atau Reksa Dana? APRDI Ungkap Tren Investasi Anak Muda di 2026
“Literasi tidak boleh berhenti pada pengetahuan. Literasi harus diwujudkan dalam keputusan investasi yang bijak, terukur, dan berorientasi jangka panjang,” katanya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan penguatan literasi keuangan tidak hanya penting bagi individu, tetapi juga berdampak pada ketahanan sistem keuangan nasional.
Menurut Bambang, masyarakat yang memahami keuangan dengan baik akan lebih siap menghadapi risiko ekonomi dan mampu mengambil keputusan finansial secara sehat.
Sekitar 500 peserta mengikuti kegiatan LIKE IT 2026 Series #1 ini. Mereka berasal dari berbagai kampus seperti Universitas Sriwijaya, Politeknik Negeri Sriwijaya, UIN Raden Fatah Palembang, serta komunitas literasi dan calon pekerja migran Indonesia.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapat sesi talkshow interaktif bersama narasumber dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, OJK, LPS, hingga pakar literasi keuangan.
Materi yang dibahas meliputi peran anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), ragam instrumen investasi legal dan aman, hingga tips memulai investasi sejak dini di era digital.
Berita Terkait
-
Gen Z Pilih Kripto atau Reksa Dana? APRDI Ungkap Tren Investasi Anak Muda di 2026
-
Bukan Sekadar Digitalisasi, Ini Strategi Bank Indonesia Dongkrak PAD Sumsel Lewat SIGUNTANG
-
Inflasi Sumsel Menurun, Tekanan Harga Masih Mengalir di Sektor Konsumsi
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Cabai dan Ayam Mulai Naik di Palembang, Warga Bilang: Tanda Lebaran Sudah Dekat
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Modus Bisnis Ayam Untung Rp750 Ribu Sehari, IRT di Palembang Kehilangan Rp1 Miliar
-
Kronologi Duel Remaja Viral di Palembang, Fakta Baru Terungkap setelah Polisi Turun Tangan
-
KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Bengkulu 9 Jam, Lima Koper Barang Bukti Dibawa ke Jakarta
-
FIFGROUP Gelar Hajatan Cabang Mukomuko, Angkat Tradisi Kesenian Irama Minang Berhadiah Honda ADV
-
Tak Sekadar Modal, OJK dan Pemprov Sumsel Siapkan Jalan 100.000 Sultan Muda Tembus Pasar