- Video praktik Totok Sirih pada bayi di Palembang memicu sorotan publik karena berisiko menimbulkan rasa sakit dan trauma.
- IDAI Sumatera Selatan memberikan edukasi bahwa pelayanan bayi harus mengutamakan keselamatan tanpa menimbulkan rasa nyeri atau cedera.
- Pijat bayi yang benar bertujuan menstimulasi tumbuh kembang melalui sentuhan lembut untuk memberikan rasa aman serta kenyamanan anak.
SuaraSumsel.id - Setelah video viral praktik “Totok Sirih” pada seorang bayi di Palembang, Sumatera Selatan, menuai sorotan publik, isu perlindungan anak kini semakin menguat.
Video yang memperlihatkan bayi menangis keras saat menjalani terapi tersebut memicu perdebatan luas di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan keamanan tindakan fisik yang dilakukan terhadap bayi, terutama jika menimbulkan rasa sakit, trauma, hingga risiko cedera.
Menanggapi polemik tersebut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sumatera Selatan bergerak cepat melakukan edukasi dan advokasi perlindungan anak di Kota Palembang.
Melalui unggahan resminya, IDAI Sumsel menegaskan bahwa setiap pelayanan pada bayi dan anak harus mengutamakan keselamatan.
“Setiap pelayanan pada bayi dan anak harus mengutamakan keselamatan, tanpa nyeri, trauma, atau risiko celaka,” tulis IDAI Sumsel.
IDAI Sumsel juga menekankan bahwa pijat bayi bukanlah metode untuk mengobati penyakit.
Pijat bayi lebih ditujukan untuk menstimulasi tumbuh kembang, melalui sentuhan, gerakan, suara, dan komunikasi yang tepat.
Jika dilakukan dengan benar, pijat bayi dapat memberikan manfaat seperti membuat bayi lebih rileks, tidur lebih nyenyak, membantu kenaikan berat badan, hingga mendukung sistem pencernaan dan sirkulasi.
Dalam unggahan edukasinya, IDAI Sumsel turut membagikan alur tahapan pijat bayi yang benar.
Baca Juga: Detik-detik Ayah Amankan Pria Misterius yang Incar Anaknya di Depan Sekolah
Mulai dari memastikan ruangan hangat dan tenang, tangan bersih dengan kuku pendek, menggunakan minyak khusus bayi, hingga memastikan bayi dalam kondisi tenang dan sadar.
Tekanan saat memijat pun harus lembut dan tidak boleh memaksa.
“Tujuannya buat bayi nyaman. Bukan takut, nyeri, atau terpaksa,” demikian isi edukasi tersebut.
IDAI Sumsel juga mengingatkan orang tua bahwa ketika bayi menangis keras saat dipijat, itu bisa menjadi tanda bahwa bayi sedang tidak nyaman.
Sebelum memijat, orang tua diimbau memastikan bayi dalam kondisi tenang, tidak demam atau sakit, tidak baru menyusu atau makan, serta tidak lapar atau mengantuk.
“Kalau bayi belum nyaman, lebih baik tunda dulu,” tulis IDAI Sumsel.
Berita Terkait
-
Detik-detik Ayah Amankan Pria Misterius yang Incar Anaknya di Depan Sekolah
-
PP Tunas Mulai Diterapkan, Banyak Kasus Anak Berawal dari Medsos Tanpa Pengawasan
-
Waspada! Modus Kurir Online Ajak 'Cari Teman', Siswi SD di Palembang Jadi Korban
-
Bukan Sekadar Adopsi, Dugaan TPPO Mengemuka di Balik Bayi 3 Hari Ditawarkan Rp52 Juta
-
Alasan Sebenarnya Orang Tua di Palembang Hendak Jual Bayi Rp52 Juta Terungkap
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
5 Rahasia Cuko Pempek Palembang yang Kini Hitam, Kental dan Pedas Nendang
-
Saat Tari Perang Menteng Hidupkan Jihad Rakyat Palembang Usir Penjajah
-
Sinergi Holding UMi Dorong BRILink Mekaar Tembus Transaksi Rp3,52 Triliun
-
Makan Sepuasnya Murah, Ini 7 Restoran All You Can Eat di Palembang di Bawah Rp150 Ribu
-
Warga Empat Lawang Nikmati Fasilitas Baru dari CSR Bank Sumsel Babel di Hari Jadi Kabupaten