Tasmalinda
Rabu, 22 April 2026 | 22:15 WIB
layanan Bank Sumsel Babel yang setara bagi nasabah disabilitas
Baca 10 detik
  • Bank Sumsel Babel, OJK, dan Pemprov Sumsel meluncurkan layanan perbankan aksesibel bagi penyandang disabilitas di Jakabaring pada 22/4/2026.
  • Program ini mengimplementasikan regulasi UU Nomor 8 Tahun 2016 serta POJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang perlindungan konsumen.
  • Penyediaan fasilitas ramah disabilitas dan petugas responsif bertujuan menciptakan ekosistem layanan keuangan yang inklusif serta berkeadilan bagi nasabah.

SuaraSumsel.id - Akses layanan keuangan yang setara kini bukan lagi sekadar wacana. Di tengah semakin kuatnya dorongan inklusi di berbagai sektor, Bank Sumsel Babel (BSB) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengambil langkah nyata menghadirkan layanan perbankan yang lebih ramah bagi penyandang disabilitas.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Diseminasi Layanan Kantor Cabang BPD Sumatera Selatan dan Bangka Belitung yang Aksesibel bagi Penyandang Disabilitas yang digelar di Kantor Cabang Jakabaring, Rabu (22/4/2026).

Langkah ini menjadi bukti bahwa layanan perbankan modern tak lagi hanya berbicara soal digitalisasi dan kecepatan transaksi, tetapi juga menyangkut kesetaraan akses, kenyamanan, dan martabat bagi seluruh nasabah tanpa terkecuali.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan. Regulasi tersebut menekankan pentingnya perlindungan dan akses yang setara bagi seluruh konsumen, termasuk penyandang disabilitas.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Sumsel Babel, Riera Ecorhynalda, menegaskan bahwa inklusi keuangan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga harus diiringi perubahan cara pandang dalam memberikan pelayanan.

“Setiap nasabah berhak memperoleh pengalaman layanan yang setara dan bermartabat. Melalui penyediaan infrastruktur yang aksesibel serta penguatan kapasitas sumber daya manusia yang responsif, kami berkomitmen menghadirkan layanan perbankan yang inklusif dan berkeadilan,” ujar Riera.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra serta Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Selatan Tito Adji Siswantoro.

Tito menegaskan, OJK terus mendorong lembaga jasa keuangan untuk menghadirkan layanan yang inklusif, baik secara fisik maupun digital. Hal ini sejalan dengan penerapan pedoman SETARA (Sarana Ekonomi Tangguh dan Ramah) sebagai acuan membangun ekosistem keuangan yang adil dan berkelanjutan.

Salah satu momen yang paling menyentuh dalam kegiatan ini datang dari sesi testimoni perwakilan komunitas penyandang disabilitas. Mereka membagikan pengalaman positif saat mengakses layanan di Bank Sumsel Babel.

Baca Juga: Ratusan Warga Padati Balai Kota Pagar Alam, Undian Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Meriah

Mulai dari fasilitas gedung yang ramah disabilitas, layanan ATM untuk tunanetra, hingga penyederhanaan prosedur administrasi melalui alternatif pengganti tanda tangan, seluruh inovasi tersebut dinilai sangat membantu.

Tak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan showcasing layanan dan simulasi transaksi yang menggambarkan customer journey nasabah penyandang disabilitas secara menyeluruh.

Mulai dari kedatangan di area parkir, pendampingan oleh petugas, penggunaan layanan prioritas tanpa antre, hingga penyelesaian transaksi di frontliner seperti teller dan customer service.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Edward Candra, menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mendorong inklusi ekonomi di daerah.

“Sinergi antara pemerintah daerah, regulator, dan industri perbankan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan lebih merata dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui langkah ini, Bank Sumsel Babel berharap standar layanan yang inklusif dan berorienasi pada nilai kemanusiaan dapat terus meningkat, tidak hanya di sektor perbankan, tetapi juga merambah ke berbagai sektor lain di Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.

Load More