- Komoditas unggulan Sumatera Selatan senilai Rp1,6 miliar berhasil diekspor ke China, Taiwan, dan Prancis untuk pasar internasional.
- Program Sultan Muda XporA 2026 oleh OJK memfasilitasi pelaku UMKM lokal agar mampu bersaing di pasar global.
- Produk turunan kelapa, kerupuk, dan lada hitam menjadi andalan ekspor yang menandai transformasi UMKM menjadi eksportir kompetitif.
SuaraSumsel.id - Produk lokal Sumatera Selatan kian menunjukkan tajinya di pasar global. Dalam satu momentum ekspor, komoditas unggulan daerah berhasil menembus pasar internasional dengan total nilai mencapai Rp1,6 miliar, menjangkau negara tujuan seperti China, Taiwan, hingga Prancis.
Pelepasan ekspor ini menjadi bukti bahwa produk UMKM Sumsel tak lagi hanya bermain di pasar domestik. Lewat pengolahan bernilai tambah, komoditas seperti kelapa kini mampu bersaing di pasar dunia.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui program Sultan Muda XporA 2026, yang bertujuan mendorong pengembangan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan sekaligus membuka akses pasar global bagi pelaku usaha lokal.
Dalam ekspor kali ini, produk turunan kelapa menjadi primadona. Tercatat sebanyak 46 ton coconut shell charcoal dan 25 ton coconut chips berhasil dikirim ke pasar luar negeri.
Tak hanya itu, produk UMKM lainnya juga ikut meramaikan pasar global, mulai dari 21 ton kerupuk olahan hingga 500 kilogram lada hitam. Ragam komoditas ini menunjukkan bahwa potensi industri pangan dan olahan Sumsel semakin kompetitif di tingkat internasional.
Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, menilai capaian ini merupakan hasil dari penguatan sektor riil yang terintegrasi dengan akses keuangan.
“Ini mencerminkan peningkatan daya saing produk daerah melalui pembinaan berkelanjutan, hilirisasi, serta integrasi dengan sektor jasa keuangan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar angka ekspor, capaian ini menandai transformasi pelaku usaha lokal. UMKM yang sebelumnya berorientasi pasar domestik kini mulai naik kelas menjadi eksportir.
Melalui dukungan sektor jasa keuangan, pelaku usaha mendapatkan akses pembiayaan mulai dari produksi hingga pemasaran global. Skema seperti trade finance, Letter of Credit (L/C), hingga perlindungan risiko usaha melalui asuransi menjadi bagian penting dalam mendukung ekspansi ini.
Baca Juga: Wastra Sumsel Naik Kelas, Bank Sumsel Babel Kucurkan KUR Rp8,45 Triliun untuk UMKM
Wakil Ketua OJK, Hernawan Bekti Sasongko, menegaskan bahwa pengembangan ekonomi daerah menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi nasional.
“Ini bukan hanya tentang ekspor, tetapi bagaimana daerah bisa menjadi motor pertumbuhan Indonesia melalui potensi unggulan yang dimiliki,” katanya.
Cetak Pengusaha Muda Berorientasi Ekspor
Program Sultan Muda XporA 2026 juga menjadi bagian dari gerakan besar penciptaan 100.000 Sultan Muda Sumsel, yang diinisiasi oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru.
Program ini tak hanya mendorong ekspor, tetapi juga memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui pelatihan, inkubasi bisnis, serta koneksi ke pasar global.
Salah satu bentuk dukungan nyata adalah hadirnya Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) sebagai pusat kolaborasi, yang menghubungkan pelaku usaha dengan akses pembiayaan dan jaringan bisnis internasional.
Tag
Berita Terkait
-
Wastra Sumsel Naik Kelas, Bank Sumsel Babel Kucurkan KUR Rp8,45 Triliun untuk UMKM
-
JNE dan UMKM Sumsel 'Bergerak Bersama' Menenun Wastra Lokal Jadi Primadona Nasional
-
UMKM Palembang Ekspor 17 Ton Kemplang ke Taiwan, Nilai Capai Rp589 Juta
-
Ekspor Sumsel ke AS Capai Rp 1,5 Triliun, Tapi Kebijakan Baru Trump Bikin Waswas?
-
Kilang Pertamina Plaju Sumbang Devisa Negara Rp 6,8 Triliun
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Gandeng Prodia, Tawarkan Diskon MCU Hingga Free Medical Check-Up
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri
-
Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar