Tasmalinda
Rabu, 15 April 2026 | 16:09 WIB
car free day di kota Palembang, Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • Penutupan Jembatan Ampera saat Car Free Day di Palembang akhir pekan lalu memicu kemacetan parah di jalan alternatif.
  • Arsitek Zuber Angkasa menilai kebijakan tersebut gagal karena kurangnya perencanaan sistematis dalam mengelola beban arus lalu lintas kota.
  • Pemerintah Kota Palembang tetap mendukung kegiatan tersebut untuk meningkatkan gaya hidup sehat serta menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.

Pemerintah Kota Palembang tetap melihat CFD sebagai ruang publik yang bermanfaat. Wali Kota Ratu Dewa menyebut CFD sebagai wadah untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Namun peristiwa di Ampera menunjukkan bahwa niat baik saja tidak cukup.

Kebijakan publik membutuhkan perencanaan, integrasi, dan kesiapan sistem agar tidak menimbulkan dampak yang berlawanan.

Peristiwa macet saat CFD di Ampera mungkin hanya terjadi dalam satu akhir pekan. Namun maknanya lebih panjang dari itu. CFD menjadi pengingat bahwa kota tidak dibangun dari ide semata, tetapi dari cara menjalankan ide tersebut.

Dan selama cara berpikir itu tidak berubah, maka kejadian serupa berpotensi terus berulang dengan bentuk yang berbeda, tetapi tetap dengan masalah yang sama.

Load More