- Penutupan Jembatan Ampera saat Car Free Day di Palembang akhir pekan lalu memicu kemacetan parah di jalan alternatif.
- Arsitek Zuber Angkasa menilai kebijakan tersebut gagal karena kurangnya perencanaan sistematis dalam mengelola beban arus lalu lintas kota.
- Pemerintah Kota Palembang tetap mendukung kegiatan tersebut untuk meningkatkan gaya hidup sehat serta menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.
Pemerintah Kota Palembang tetap melihat CFD sebagai ruang publik yang bermanfaat. Wali Kota Ratu Dewa menyebut CFD sebagai wadah untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Namun peristiwa di Ampera menunjukkan bahwa niat baik saja tidak cukup.
Kebijakan publik membutuhkan perencanaan, integrasi, dan kesiapan sistem agar tidak menimbulkan dampak yang berlawanan.
Peristiwa macet saat CFD di Ampera mungkin hanya terjadi dalam satu akhir pekan. Namun maknanya lebih panjang dari itu. CFD menjadi pengingat bahwa kota tidak dibangun dari ide semata, tetapi dari cara menjalankan ide tersebut.
Dan selama cara berpikir itu tidak berubah, maka kejadian serupa berpotensi terus berulang dengan bentuk yang berbeda, tetapi tetap dengan masalah yang sama.
Tag
Berita Terkait
-
5 Waktu Terbaik ke CFD Palembang, Nomor 3 Paling Nyaman Tanpa Desakan dan Macet
-
Viral Rombongan Komisaris PT Pusri di Jalan Ekstrem, Kenapa Isu Keselamatan Jadi Sorotan Publik?
-
5 Tempat Olahraga Pagi di Palembang yang Nyaman untuk Jogging dan Jalan Santai, Meski Tanpa CFD
-
Tetap Mau CFD, Tapi Jangan Bikin Sengsara: Suara Warga Palembang Soal Jembatan Ampera Ditutup
-
5 Mitos Pulau Kemaro yang Masih Dipercaya Warga, dari Cinta Tragis hingga Pantangan Misterius
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap