Tasmalinda
Senin, 06 April 2026 | 16:53 WIB
Rapat Konsultasi (Rakon) PKK dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Sumatera Selatan 2026
Baca 10 detik
  • Bank Sumsel Babel berpartisipasi dalam Rakon PKK dan Rakerda Dekranasda Sumatera Selatan pada 1–2 April 2026 di Palembang.
  • Lembaga ini berkomitmen memajukan sektor wastra dan ekonomi kreatif lokal melalui sinergi strategis antara pemerintah dan pelaku usaha.
  • Bank Sumsel Babel menyalurkan Kredit Usaha Rakyat sebesar Rp8,45 triliun kepada 147.309 debitur untuk memperkuat daya saing UMKM daerah.

SuaraSumsel.id - Di tengah geliat ekonomi kreatif yang terus tumbuh, Bank Sumsel Babel mengambil peran penting dalam mendorong produk lokal Sumatera Selatan agar tak sekadar bertahan, tetapi mampu naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.

Komitmen itu ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam Rapat Konsultasi (Rakon) PKK dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dekranasda Sumatera Selatan 2026 yang digelar pada 1–2 April 2026 di Palembang.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Di baliknya, ada upaya besar membangun ekosistem ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, terutama sektor wastra yang menjadi identitas budaya sekaligus kekuatan ekonomi daerah.

PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Marzuki, menegaskan bahwa wastra Sumatera Selatan memiliki nilai strategis yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Menurutnya, kain tradisional bukan hanya simbol budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik.

“Wastra Sumatera Selatan memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang besar. Bank Sumsel Babel mendukung upaya pelestarian dan pengembangannya sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pengembangan wastra tidak hanya berbicara soal pelestarian, tetapi juga transformasi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Dalam ekosistem ekonomi kreatif, pelaku UMKM tidak bisa bergerak sendiri. Dukungan pemerintah, akses pembiayaan dari perbankan, hingga perluasan pasar menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan.

Marzuki menekankan bahwa sinergi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam membangun ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Baca Juga: Inflasi Sumsel Menurun, Tekanan Harga Masih Mengalir di Sektor Konsumsi

“Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor perbankan menjadi kunci dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi UMKM dan industri kreatif,” katanya.

Ia berharap, keterlibatan berbagai pihak dalam forum seperti ini mampu meningkatkan apresiasi terhadap produk lokal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.


KUR Rp8,45 Triliun, Bukti Nyata Dukungan ke UMKM

Komitmen Bank Sumsel Babel tidak berhenti pada dukungan simbolik. Secara konkret, bank daerah ini terus mendorong pertumbuhan UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga saat ini, total KUR yang telah disalurkan mencapai Rp8,45 triliun kepada 147.309 debitur di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Angka ini menunjukkan bahwa sektor UMKM bukan hanya menjadi pelengkap, tetapi pilar utama dalam pembangunan ekonomi daerah.

Load More