Tasmalinda
Rabu, 04 Maret 2026 | 14:20 WIB
Idul Fitri 2026 versi Muhammadiyah
Baca 10 detik
  • Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumsel menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
  • Penetapan ini didasarkan pada Maklumat Pusat Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.
  • Hasil perhitungan ini berpotensi berbeda dengan penetapan pemerintah yang menggunakan sidang isbat dan rukyatul hilal.

SuaraSumsel.id - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Selatan memastikan bahwa Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan tersebut mengikuti Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang telah lebih dahulu menetapkan kalender Hijriah melalui metode perhitungan astronomi atau hisab.

Dengan keputusan tersebut, umat Muhammadiyah di Sumatera Selatan diperkirakan akan melaksanakan salat Idul Fitri pada 20 Maret 2026, setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama 30 hari.

Penetapan ini sekaligus menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah di berbagai daerah di Sumsel.

Menggunakan Metode Hisab

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni penentuan awal bulan Hijriah berdasarkan perhitungan posisi bulan secara astronomis.

Melalui metode ini, awal Ramadan maupun Lebaran dapat diprediksi jauh hari sebelumnya karena posisi bulan sudah dihitung secara ilmiah.

Berdasarkan maklumat tersebut, jadwal penting dalam kalender Ramadan 1447 Hijriah adalah sebagai berikut:

1 Ramadan 1447 H: 18 Februari 2026
1 Syawal 1447 H (Idul Fitri): 20 Maret 2026

Baca Juga: Gejolak Timur Tengah Memanas, Seberapa Aman Keberangkatan Umrah Warga Sumsel?

Dengan demikian, puasa Ramadan bagi warga Muhammadiyah berlangsung selama 30 hari hingga 19 Maret 2026.

Berpotensi Berbeda dengan Pemerintah

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama biasanya menetapkan awal bulan Hijriah melalui sidang isbat, yang menggabungkan metode hisab dan rukyat atau pengamatan hilal.

Karena perbedaan metode tersebut, ada kemungkinan tanggal Idul Fitri antara Muhammadiyah dan pemerintah berbeda satu hari, seperti yang pernah terjadi pada beberapa tahun sebelumnya.

Meski demikian, perbedaan tersebut selama ini telah menjadi dinamika yang lazim dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia.

Bagi warga Muhammadiyah di Sumatera Selatan, keputusan organisasi sudah menjadi pedoman resmi untuk menentukan waktu berakhirnya ibadah Ramadan dan pelaksanaan salat Idul Fitri.

Load More