- Pengguna BSB Mobile sering mengalami kendala teknis saat bertransaksi menggunakan QRIS di berbagai lokasi merchant layanan publik.
- Gangguan transaksi QRIS disebabkan oleh koneksi internet tidak stabil, saldo tidak cukup, aplikasi usang, atau pemeliharaan sistem.
- Marzuki dari Bank Sumsel Babel menyarankan nasabah memeriksa perangkat secara mandiri sebelum menghubungi pusat layanan resmi perusahaan.
SuaraSumsel.id - Pembayaran menggunakan QRIS kini menjadi salah satu metode transaksi yang paling banyak digunakan masyarakat karena praktis, cepat, dan tidak memerlukan uang tunai. Namun dalam kondisi tertentu, pengguna BSB Mobile terkadang mengalami kendala saat melakukan pembayaran menggunakan QRIS, mulai dari gagal memindai kode, transaksi tidak dapat diproses, hingga aplikasi yang tidak merespons saat digunakan.
Masalah tersebut sering kali membuat pengguna panik, terutama ketika sedang bertransaksi di kasir atau memanfaatkan promo tertentu yang mengharuskan pembayaran menggunakan QRIS. Padahal, sebagian besar kendala dapat diatasi dengan langkah sederhana tanpa harus langsung datang ke kantor cabang.
Pelaksana Tugas Sementara (PPS) Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Marzuki, mengatakan Bank Sumsel Babel terus mendorong penggunaan layanan digital melalui BSB Mobile, termasuk transaksi menggunakan QRIS yang kini semakin diminati masyarakat.
"BSB Mobile kami hadirkan untuk memberikan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan bagi nasabah dalam bertransaksi. Apabila mengalami kendala saat menggunakan QRIS, nasabah tidak perlu panik dan dapat terlebih dahulu memastikan beberapa hal teknis sebelum menghubungi layanan bantuan Bank Sumsel Babel," ujar Marzuki.
Menurutnya, pemahaman terhadap penyebab gangguan transaksi digital menjadi penting agar nasabah dapat segera menemukan solusi dan kembali bertransaksi dengan lancar.
Penyebab QRIS BSB Mobile Tidak Bisa Digunakan
1. Koneksi Internet Tidak Stabil
QRIS membutuhkan jaringan internet yang aktif untuk memproses transaksi secara real time. Ketika sinyal lemah atau koneksi terputus, sistem tidak dapat mengirim maupun menerima data transaksi sehingga pembayaran gagal dilakukan.
Karena itu, pengguna disarankan memastikan jaringan internet dalam kondisi stabil sebelum melakukan pemindaian QR Code.
Baca Juga: Belanja Bulanan Makin Mahal? Warga Belitung Timur Bisa Hemat Rp50 Ribu dengan Cara Ini
2. Saldo Rekening Tidak Mencukupi
Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah saldo rekening yang tidak mencukupi untuk melakukan pembayaran. Selain nominal transaksi, pengguna juga perlu memperhitungkan kemungkinan biaya administrasi atau transaksi lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.
3. Aplikasi Belum Diperbarui
Versi aplikasi yang sudah lama terkadang menyebabkan beberapa fitur tidak berjalan optimal. Pengguna disarankan untuk selalu menggunakan versi terbaru BSB Mobile yang tersedia melalui toko aplikasi resmi.
Pembaruan aplikasi umumnya juga dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kualitas layanan digital.
4. QR Code Tidak Terbaca
Tag
Berita Terkait
-
Belanja Bulanan Makin Mahal? Warga Belitung Timur Bisa Hemat Rp50 Ribu dengan Cara Ini
-
BSB Mobile Bermasalah atau Tidak Bisa Login? Ini Langkah yang Harus Dilakukan Nasabah
-
Call Center Bank Sumsel Babel 24 Jam? Ini Nomor dan Kanal Pengaduan yang Bisa Dihubungi Nasabah
-
Pinjaman hingga Rp200 Juta dari Bank Sumsel Babel, Bisa Diajukan ASN hingga Pelaku Usaha
-
Biaya Kuliah Anak Naik Terus? Ini Cara Menyiapkan Dananya tanpa Mengganggu Keuangan Bulanan
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri
-
Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar
-
Ngaku Pegawai Kemenkumham, Pria di Palembang Tipu Korban Rp250 Juta demi Lulus CPNS