Tasmalinda
Selasa, 17 Februari 2026 | 16:08 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono memperlihatkan penukaran uang baru
Baca 10 detik
  • Kebutuhan uang tunai Sumatera Selatan menjelang Idulfitri 1447 H diproyeksikan Bank Indonesia mencapai Rp5,6 triliun.
  • Proyeksi kebutuhan ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar Rp3,9 triliun.
  • Bank Indonesia Sumsel bersama perbankan menyiapkan layanan penukaran uang melalui kas keliling dan daring PINTAR.

SuaraSumsel.id - Kebutuhan uang tunai di Sumatera Selatan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah diproyeksikan meningkat signifikan. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan memperkirakan kebutuhan uang tunai pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tersebut mencapai Rp5,6 triliun.

Angka ini melonjak dibandingkan realisasi tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp3,9 triliun. Peningkatan tersebut mencerminkan menguatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan proyeksi kenaikan kebutuhan uang tunai sejalan dengan meningkatnya konsumsi rumah tangga, aktivitas perdagangan ritel, serta tradisi berbagi menjelang Hari Raya.

“Kebutuhan uang tunai di Sumatera Selatan pada periode Ramadan dan Idulfitri tahun 2026 diperkirakan meningkat menjadi Rp5,6 triliun, dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp3,9 triliun. Peningkatan ini mencerminkan menguatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” ujarnya saat membuka Kick Off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026.

Program SERAMBI 2026 mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”. Tema ini merefleksikan peran Rupiah bukan hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga bagian dari momen kebersamaan, tradisi berbagi, serta penguatan aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan.

Bambang menegaskan pentingnya sinergi antara Bank Indonesia, industri perbankan, dan pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, tepat pecahan, dan layak edar.

“Sinergi yang kuat antar-lembaga menjadi kunci dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran dan turut mendukung stabilitas perekonomian daerah,” tegasnya.

Untuk mendukung kelancaran distribusi uang tunai, Bank Indonesia Sumsel menghadirkan berbagai layanan penukaran melalui perbankan dan kas keliling, termasuk menjangkau wilayah yang selama ini tergolong blind spot. Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan pemesanan penukaran uang secara daring melalui aplikasi PINTAR agar layanan lebih tertib dan terukur.

Dengan proyeksi kebutuhan uang tunai mencapai Rp5,6 triliun, Ramadan 2026 diperkirakan menjadi momentum penting yang mendorong perputaran konsumsi dan memperkuat optimisme pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan. Bank Indonesia pun mengajak masyarakat untuk semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Baca Juga: Inflasi Pangan Tembus 3,55 Persen, BI Jadikan Sumsel Kunci Stabilitas Harga 2026

Load More