- Sumatera Selatan dan 17 kabupaten/kota mencapai level digital tertinggi pada IETPD Semester I 2025.
- Bank Indonesia menekankan penguatan proses berkelanjutan untuk menjaga momentum transformasi digital transaksi daerah.
- Di Palembang, TP2DD didorong mempercepat KKPD dan memfinalisasi Roadmap 2026–2030 untuk tata kelola keuangan.
SuaraSumsel.id - Transformasi transaksi keuangan pemerintah daerah di Sumatera Selatan mencatat capaian penting. Berdasarkan Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Semester I 2025, Provinsi Sumatera Selatan bersama 17 kabupaten/kota telah berada pada level digital, level tertinggi dalam pengukuran kesiapan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
Capaian tersebut menandai semakin kuatnya pergeseran transaksi pemerintah daerah ke sistem non-tunai, baik pada sisi penerimaan maupun belanja. Meski demikian, Bank Indonesia mengingatkan bahwa keberhasilan ini perlu diiringi dengan penguatan proses agar transformasi digital berjalan konsisten dan berkelanjutan.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Capacity Building dan Rapat Koordinasi Pengisian Survei IETPD Semester II 2025 yang diselenggarakan Bank Indonesia bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Senin (20/1).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, menyampaikan apresiasi atas kinerja TP2DD Sumsel yang dinilai berhasil menjaga momentum digitalisasi transaksi pemerintah daerah. Bahkan, TP2DD Provinsi Sumatera Selatan berhasil meraih predikat Terbaik I tingkat Provinsi se-Sumatera pada Championship TP2DD 2025.
Menurut Bambang, capaian tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendorong elektronifikasi transaksi secara berkelanjutan. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan pada aspek hasil (outcome) masih perlu diperkuat dengan perbaikan pada aspek proses dan output.
“Capaian outcome sudah sangat baik. Ke depan, penguatan perlu difokuskan pada proses yang lebih tertib, koordinasi lintas instansi yang semakin solid, serta penatausahaan dan dokumentasi kegiatan yang konsisten dan berkelanjutan,” ujar Bambang.
Ia menilai, penguatan proses menjadi krusial agar digitalisasi tidak hanya berhenti pada penggunaan sistem, tetapi benar-benar berdampak pada transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga mendapatkan penguatan teknis dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri, khususnya terkait pemanfaatan diagnostic tools untuk mengidentifikasi capaian serta area perbaikan implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah. Selain itu, optimalisasi pemanfaatan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI) turut didorong guna meningkatkan kualitas pelaporan dan konsistensi data keuangan daerah.
Salah satu fokus utama yang ditekankan Bank Indonesia adalah akurasi dan ketepatan waktu pengisian Survei IETPD Semester II 2025. Pengisian survei diharapkan dilakukan sesuai kondisi riil di daerah agar kualitas dan kredibilitas hasil penilaian tetap terjaga.
Baca Juga: Harga Emas Tembus Rp17,9 Juta per Suku, Gadai Emas Warga Sumsel Melonjak
Selain itu, Bank Indonesia juga mendorong percepatan implementasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) sebagai instrumen untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi belanja pemerintah daerah.
TP2DD di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Selatan akan diarahkan untuk mulai mempersiapkan Championship TP2DD 2026 serta memfinalisasi Roadmap TP2DD 2026–2030. Roadmap tersebut diharapkan menjadi panduan strategis dalam menjaga keberlanjutan transformasi digital transaksi pemerintah daerah.
Dengan capaian level digital tertinggi yang telah diraih, tantangan Sumatera Selatan kini bergeser pada upaya menjaga kualitas dan konsistensi implementasi. Digitalisasi transaksi pemerintah daerah tidak hanya diukur dari capaian indeks, tetapi dari sejauh mana ia mampu memperbaiki tata kelola keuangan dan meningkatkan kualitas layanan publik.
Tag
Berita Terkait
-
5 Skenario Kapan Harus Pakai Kartu Kredit atau QRIS, Nomor 3 Jarang Disadari
-
Borong Penghargaan Nasional, HLM Sumsel-BI Mantapkan Roadmap Stabilitas Harga 2026
-
Semarak UMKM Sriwijaya 2025: Sinergi dan Inovasi untuk UMKM Tangguh dan Ekonomi Sumsel Berkelanjutan
-
Singapura Tanam Rp3,52 Triliun di Sumsel, Bukti Investor Global Kian Percaya pada Daerah Ini
-
Warga Sumsel Kini Bisa Dapat Beras SPHP Rp 62.500 per 5 Kilogram, Ini Daftar Lokasinya
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
Terkini
-
Kronologi Karyawan SPPG Bengkulu Tewas, Sempat Tolong Satpam Sebelum Ditemukan di Sungai
-
Pit Stop Tahap II 2026 Rampung, Kilang Plaju Perkuat Keandalan dan Ekonomi Lokal
-
BRI DPLK: Cara Siapkan Dana Pensiun Sejak Usia Produktif
-
5 Jurnalis Hilang di Krakatau, Jurnalis Sumsel Gelar Doa dan Ingatkan Pesan Saling Jaga
-
ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?