- Pariwisata telah menjadi mesin ekonomi konsisten Palembang, menopang Pendapatan Asli Daerah melalui pajak hotel dan restoran.
- Dampak ekonomi diukur dari lama tinggal dan jumlah pengeluaran wisatawan, bukan sekadar jumlah kunjungan semata.
- Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi agenda wisata dan memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta secara berkelanjutan.
SuaraSumsel.id - Di balik gemerlap Jembatan Ampera dan ramainya pusat perbelanjaan, ada satu fakta yang semakin tak terbantahkan yakni pariwisata telah menjelma menjadi salah satu mesin ekonomi paling konsisten bagi Kota Palembang. Bukan hanya soal kunjungan, tetapi tentang perputaran uang dan dampaknya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini, menegaskan bahwa sektor pajak hotel, restoran, dan hiburan saat ini menjadi penopang PAD. Menurutnya, denyut ekonomi kota sangat bergantung pada aktivitas wisata dan event.
“Pariwisata itu langsung terasa dampaknya. Ketika event digelar, hotel penuh, restoran ramai, pusat belanja hidup. Di situ pajak daerah bergerak,” ujar Isnaini dalam sambutan Louching Ampera Tourism Run, Senin (16/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa kekuatan Palembang terletak pada aksesibilitas dan amenitas. Jalan tol, bandara, jaringan transportasi, hotel berbintang, pusat perbelanjaan, hingga wisata kuliner menjadi kombinasi yang membuat kota ini relatif mudah dijangkau dan nyaman untuk tinggal.
Menurut Isnaini, semakin banyak atraksi dan event yang digelar, semakin besar pula daya tarik kota. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kunjungan tersebut diterjemahkan menjadi spending money.
“Yang kita kejar bukan hanya jumlah orang datang, tetapi berapa lama mereka tinggal dan berapa yang mereka belanjakan. Itu yang menentukan dampaknya ke ekonomi,” katanya.
Dalam hitungan sederhana, wisatawan yang tinggal dua hingga tiga hari dapat membelanjakan rata-rata Rp700 ribu hingga Rp1 juta. Jika ribuan orang datang dalam satu momentum seperti Ampera Tourism Run, maka potensi perputaran uang bisa mencapai miliaran rupiah hanya dalam satu akhir pekan.
Isnaini menyebut, efek berganda dari sektor ini sangat nyata. Uang yang dibelanjakan wisatawan tidak berhenti di hotel. Ia mengalir ke restoran, UMKM, transportasi lokal, hingga pusat hiburan. Rantai ekonomi ini pada akhirnya kembali ke daerah dalam bentuk pajak.
Karena itu, menurutnya, tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi agenda wisata dan memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta agar event yang digelar semakin berkualitas dan berdampak luas.
Baca Juga: Inflasi Pangan Tembus 3,55 Persen, BI Jadikan Sumsel Kunci Stabilitas Harga 2026
“Kalau pariwisata bergerak, ekonomi kota ikut bergerak. Ini bukan hanya soal hiburan, ini soal pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Dengan struktur ekonomi berbasis jasa, Palembang memang tidak bisa melepaskan diri dari sektor ini. Setiap kamar hotel yang terisi dan setiap transaksi kuliner yang terjadi berkontribusi pada kas daerah.
Dalam konteks itulah, pariwisata disebut sebagai nafas ekonomi kota.
Selama event rutin digelar dan wisatawan terus datang, roda ekonomi akan tetap berputar. Namun jika momentum itu terhenti, dampaknya bukan hanya pada sektor wisata, melainkan pada keseluruhan ekosistem usaha di Palembang.
Dan bagi pemerintah kota, menjaga pariwisata tetap hidup berarti menjaga stabilitas fiskal tetap kuat.
Tag
Berita Terkait
-
Ayo Ikut Ampera Tourism Run 2026, Kini Ada Rute 21K dan Start Ikonik di Jembatan Ampera
-
Iftar Buffet Wyndham Opi Hotel Palembang Diskon 20 Persen, Ini Menu dan Paket Menginapnya
-
Sirine Kota Palembang Bunyi Lagi, Apa Maknanya dan Apa Fungsinya Sekarang?
-
Cuma Gara-Gara Parkir, 6 Fakta Tetangga di Sukarami Palembang Berujung Serangan Parang
-
Buruan Daftar! Penukaran Uang Baru 2026 di Sumsel Sudah Dibuka, Ini Jadwal & Lokasinya
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Ketika Video Kekerasan Pelajar Kembali Viral, Siapa yang Sebenarnya Gagal Melindungi Mereka?
-
HUT RI ke-81, Kilang Plaju Pertamina Teguhkan Semangat Kemerdekaan dan Ketahanan Energi
-
Putri Ordinary Kitchen, Kisah UMKM Belitung Timur yang Terus Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?